Pasific Pos.com
Papua Tengah

Nelius Agapa : Data Pemilih Ganda Sedang Diproses

NABIRE – Adanya data pemilih ganda pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang muncul di Kabupaten Nabire, disikapi oleh KPU Nabire. Data pemilih yang mengalami kegandaan itu telah ditindaklanjuti dengan diturunkannya data-data tersebut ke petugas tingkat bawah (PPS). Data yang terjadi kegandaan itu akan dilakukan penelitian kembali selama proses hasil pemutakhiran di tingkat PPS di seluruh distrik di Kabupaten Nabire.

“Kami berharap dalam tahapan rekap ini untuk memastikan data ganda itu. Mereka sudah mulai kerja sampai Maret 2018 mendatang. Kami harapkan juga PPD melakukan monitoring ke bawah sehingga proses penelitian terhadap data pemilih yang ganda itu bisa ditangani dengan tuntas,” ujar Ketua KPU Nabire, Nelius Agapa, ST, kepada media ini, Rabu (21/2) kemarin.

Selain persoalan adanya data pemilih yang ganda, lanjut Nelius, masalah data pemilih baru (AAKWK) yang dinaikan oleh PPDP yang tidak ada KK dan NIK, juga menjadi perhatian KPU Nabire. Terkait data ini, lanjut Nelius, pihaknya akan merekap baik di tingkatan PPS, PPD hingga ke tingkat KPU.

“Data-data itu setelah direkap nanti kita akan sampaikan kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Nabire untuk melihat kembali apakah data-data penduduk itu benar-benar ada dalam data SIAK kependudukan,” ujarnya.

Data-data baru yang tidak ada NIK maupun KK yang dinaikkan oleh PPDP dari setiap kelurahan/kampung di 15 distrik, akan dinaikkan ke dinas terkait. Selanjutnya akan dipastikan bahwa data-data penduduk ini benar-benar ada di wilayah kelurahan/kampung di Kabupaten Nabire.

“Jumlah data penduduk yang dinaikkan oleh PPDP sementara ini kami masih rekap jumlahnya. Sesuai dengan PKPU nomor 2 tahun 2017 kami akan sampaikan ke dinas terkait Disdukcapil untuk dicek kembali, sebelum penetapan DPS,” katanya.

Lanjut Nelius, jika data-data yang dimasukkan itu ada di dalam SIAK Kependudukan, akan dikeluarkan surat keterangan dari Disdukcapil yang menerangkan bahwa penduduk tersebut memang benar ada di dalam SIAK dan benar-benar ada di kampong/keluarahan di distrik tersebut. Dengan surat keterangan dari Disdukcapil itu, KPU Nabire akan memasukan sebagai pemilih.

“Tetapi jika tidak, kami akan mencoret data pemilih baru yang dinaikan. Dengan membuat surat pernyataan bersama bahwa data pemilih ini benar-benar tidak ada dan kami KPU dan pihak terkait akan mencoret data itu sebelum DPS,” ujarnya.

 

Lembar Coklit Agar Ditempel

Ketua KPU Nabire, Nelius Agapa juga menuturkan terkait dengan Coklit. Dirinya mengakui ada beberapa kelurahan/kampung yang petugas PPDP belum melakukan Coklit. Kondisi yang sebenarnya, pendataan sudah dilakukan tetapi kemungkinan lembar Coklitnya habis sehingga tidak tertempel.

“Kita sudah mengarahkan agar lembar Coklit ditempel. Suratnya sudah kami sampaikan kepada PPD dan PPS untuk diperhatikan hal itu. Tadi kami sudah sebarkan semua surat itu,” ujarnya. (ros)