Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Natalis Tabuni Akan Laporkan KPUD dan Panwas Intan Jaya ke DKPP

JAYAPURA,- Ketua Tim sukses pemenangan Papua Bangkit Jilid II, kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni mengungkapkan dalam penyelanggaraan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Papua, 27 Juni 2018 lalu di kabupaten Intan Jaya ada indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara baik Komisi pemilihan umum serta Badan pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Intan Jaya untuk memenangkan pasangan calon Gubernur nomor urut 2 JWW-HMS.

“Ada indikasi ketidak netralan serta kecurangan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu mulai dari pencoblosan hingga pengitungan suara yang dilakukan di tingkat TPS hingga tingkat pelno KPU di di Intan Jaya,” Hal tersebut diungkapkan Natalis Tabuni saat ditemui, Senin (9/70 sore di kota Jayapura.

Natalis menuturkan kecurangan yang dilakukan pihak penyelenggara antara lanin yakni memanipulasi perolehan hasil suara di delapan distrik yang memenangkan pasangan calon gubenrur dan wakil gubernur Papua nomor urut 2 sedangkan rill dilapangan perolehan suara dimenangkan oleh pasangan calaon nomror urut 1 Lukas Enembe dan Kelment Tinal.

“Pengihitungan suara ditingkat TPS Lukemn menang, namun sesampainya penghitungan ditingkat PPD malah kebalikan Lukmen yang kalah sedangkan JWW menang, padahal kami ada bukti C1KWK yang menyebutkan perolehan di delapan distrik Lukmen menang, sehingga ini menjadi ketika jelasan pihak penyelenggara, diduga mereka ini mungkin tim sukses,” terangnya.

Lanjut Natalis atas ketika netralan pihak penyelanggara di kabupaten Intan Jaya, maka pihanya akan melaporakn kepada Bawslu Provinsi Papua dan setersunya akan diadukan kepada DKPP agar pihank penyelanggara tersebut dapat ditindak tegas.

“Kami memiliki daftar bukti yang jelas termaskud C1KWK fotocopyan dan rekapan yang asli, Kami sudah laporkan hal tersebut dalam bentuk tertulis lengkap kepada kuasa hukum lukmen dan kami juga sampaiakan surat keberatan kepada KPU.selain itu juga kami akan laporkn kepada Bawaslu dan selanjutnay kami dalam waktu dekat akan langsung ke DKPP,” tegasnya.

Pria yng kini menajabat sebagai Bupati kabupaten Intan Jaya ini pun menambahkn atas ketidak netralan dn kecurangan yang dilakukn oleh pihak penyelenggra, pasangan calon nomor urut satu hanya memeroleh 22 ribu suara sedangkan nomor urut 2 memperoleh suara hingga 53 ribu.

“Walaupun Kami kalah di Intan Jaya tapin saat ini kami unggul di semua kabupaten, namuan yang saya sangat sayangakan yakni pihak penyelenggara tidak netral dan sangat memihak,” jelasnya.

Sementara itu Maria Duwitau menyayangkan atas ketidak netralan kecurangan dilakukan oleh penyelanggara baik KPU dan Panwaslu di Kabupaten Intan Jaya dimana mendukung salah satu kendidat, sedangkan tugas mereka jelas yakni tidak memihak kepada siapapun.

“Saya yang melihat penyelanggara di kabupten Intan Jaya sangat disayangkan dengan melakukan manipulasi hasil suara yang mengakibatkan ketidak adaannya demokrasi yang baik selin itu juga tidak bisa menjaga amanah suara rakyat yang telah diberikan,” tuturnya.

Mantan Ketua KPU yang kini menjabat sebagai anggota DPR Papua mengaharapkan agar pihak penyelenggara dan penawas pemilu di Intan Jaya segara di berhentikan.

“Kami akan laporakn kepada DKPP dan kami harap merek secepatnya diberhentikan karena tidak mengajarkan demokrasi yang baik selin itu juga tidak mencermintan pembelajaan yang baik kepada kader0-kader muda yang ada di Intan Jaya,” tegasnya.