Pasific Pos.com
Papua Tengah

Nasabah Axa Mandiri Ancam Polisikan Bank Mandiri

NABIRE – Nasabah Axa Mandiri mengancam akan mempolisikan (mengadu kepada polisi) Bank Mandiri Nabire, jika pagi ini, Rabu (26/6) tidak membayar polis Axa Mandiri sesuai dengan kesepakatan awal antara Axa Mandiri dengan pemegang polis. Karena, pihak bank tidak menjawab permintaan penutupan polis saat jatuh tempo, bulan Juni 2019. Selama sepekan ini bank tidak menjawab peromohonan penutupan polis oleh nasabah sehingga terpaksa nasabah bolak balik ke bank.

Nasabah mendatangi Bank Mandiri sejak Rabu pekan lalu untuk menutup simpanan Axa Mandiri sesuai jatuh tempo, tetapi selama itu pula bank mengelak untuk membayar polis bersama bunga dari simpanan pemegang polis, dengan berbagai dalih. Pengelola Axa Mandiri di Bank Mandiri Nabire dan pengelolsh Axa pusat malah meminta agar mengajukan pengaduan.

“Kesabaran saya sudah cukup. Selama satu minggu saya datang ke Bank Mandiri untuk menutup Axa Mandiri dan meminta simpanan saya tetapi pihak belum membayar simpanan saya. Kalau sampai besok pagi, Rabu (26/6), petugas di Axa Mandiri tidak membayar lagi, saya akan melaporkan, mengajukan pengaduan ke polisi,” tutur Anastasia Wakei, salah seorang nasabah Axa Mandiri yang dikelola Bank Mandiri, Selasa (25/6) siang usai menemui pengelola di Bank Mandiri Nabire.

Nasabah, Anas mengatakan, sudah mengantongi bukti setoran sebagai peserta Axa Mandiri, sudah ada rekening koran. Oleh sebab itu, Bank Mandiri tinggal membayar sesuai dengan simpanan bersama bunga. Karena, tidak ada tunggakan selama ini, baik itu setoran bulanan maupun tahunan. Karena, sesuai perjanjian awal oleh bank yang menawarkan Axa Mandiri, ketika jatuh tempo, peserta akan menerima kembali uang simpanan bersama bunga.

Alasan potongan untuk membayar asuransi yang disampaikan oleh pengelola di Bank Mandiri, maupun dari pengelola Axa Mandiri pusat, Anas mengatakan pada saat penjelasan awal, tidak disampaikan potongan asuransi.
Hanya saat itu dijelaskan bahwa, ketika peserta dan pengikut, sakit dan kematian, bank akan memberikan asuransi untuk mengurangi beban biaya pengobatan. Tetapi, keluarga Anas, selama ini, tidak pernah sakit dan meninggal, karena itu tidak pernah menerima asuransi dari Bank Mandiri.

Oleh sebab itu, Anas meminta kepada bank agar membayar polis sesuai dengan perjanjian awal. Tidak ada alasan lagi bagi bank untuk menunda-nunda pembayaran karena itu uang dari nasabah.

Alasan lain yang disampaikan bank di Nabire, harus koordinasi dengan pengelola Axa Mandiri pusat. Bagi nasabah, rekening dibuka lewat Bank Mandiri Nabire dan setoran juga melalui Bank Mandiri Nabire. Oleh sebab itu, Bank Mandiri Nabire berkewajiban untuk membayar kepada nasabah Axa Mandiri. Sebab semua transaksi lewat Bank Mandiri Nabire.

Oleh sebab itu, Anas meminta jika pengelola Axa Mandiri Nabire, tidak mampu, hadirkan pimpinan Axa Mandiri pusat ke Nabire supaya pembayaran polis tuntas.

Anas juga menolak kalau pihak bank meminta menandatangani surat pengaduan. Karena, nasabah meminta membayar polis sesuai dengan perjanjian awal. Dan tidak ada penjelasan pada awal bahwa akan mengisi surat pengaduan ketika jatuh tempo.

Ternyata, tidak hanya Anas yang mengalami “taputarnya Axa Mandiri” tetapi juga dialami nasabah lainnya. Untuk sementara ini, dua pegawai di BLU RSUD Nabire dan beberapa warga lain juga mengalami nasib serupa. Ini terungkap ketika mendengar tolak menolak antara pengelola di Nabire dan pengelola Axa Nabdiri di Bank Mandiri terhadap nasabah Axa Mandiri.

Terungkap pula, setahun lalu, seorang ibu rumah tangga terpaksa bolak balik ke Bank Mandiri selama tiga bulan. Polis dibayar setelah mengadu ke Polisi lalu mendatangkan pimpinan Axa Mandiri pusat. Akibat ulah pengelola Axa Mandiri di Nabire, beberapa nasabah yang jatuh tempo bersama ibu yang “taputar 3 bulan”, Bank Mandiri Nabire membayar polis kepada nasabah di Nabire, lebih dari setangah miliar.(ans)