Pasific Pos.com
Papua Barat

Miras di Lokalisasi 55, Tiga Karyawan PLN Tewaskan Perwira Kodam XVIII

Manokwari, TP – Manager Operasional PT PLN Area Manokwari, Sulisiyo meminta maaf untuk keluarga dan institusi TNI atas insiden kecelakaan maut (laka maut) yang menimpa seorang perwira TNI-AD, Kodam XVIII Kasuari, Kapten Inf. Handy F. Siburian.

Laka maut itu terjadi di Jl. Trikora, Arfai, Manokwari, Minggu (21/1/18) sekitar pukul 06.30 WIT. “Kemarin kami menghadiri prosesi persemayaman jenazah korban dan tadi pagi kami juga ikut mengantar jenazah untuk diterbangkan ke kampung halaman,” kata Sulisiyo yang dikonfirmasi wartawan terkait kasus laka maut yang melibatkan karyawan PT PLN, Senin (22/1/18).

Dia mengaku prihatin atas kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf untuk semua pihak. Diutarakan Sulisiyo, pihaknya masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akan melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Mengenai kronologis kejadian, ia mengatakan, Sabtu (20/1/18) sekitar pukul 18.40 WIT, kedua pegawai, Lardiansyah Julianto dan Yofika Kaviar diperintahkan supervisor menelusuri gangguan listrik di daerah Oransbari.

Kemudian, setelah mendapat perintah, kedua pegawai ini berangkat menuju lokasi menumpang mobil pelayanan teknik yang dikemudikan Fransiskus Rahayaan.

Menurutnya, sekitar pukul 23.40 WIT, jaringan kembali on (gangguan sudah teratasi), sehingga ketiga pegawai itu harus kembali. Dikatakan Sulisiyo, Minggu (21/1/18) sekitar pukul 07.00 WIT, dia mendapat informasi ada laka lantas yang melibatkan ketiga pegawai PLN.

“Jadi ada jeda waktu yang cukup lama antara waktu kerja dengan kejadian. Ini yang kita tidak tahu mereka ke mana,” kata Sulisiyo.

Disinggung tentang sanksi yang akan diberikan untuk ketiga karyawan PLN ini, Sulisiyo mengaku pihaknya masih menunggu putusan hukum.

 

Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Manokwari, AKP Sunarko mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi. Kronologisnya, jelas Sunarko, mobil PT PLN bernopol PB 8023 SD yang dikemudikan Fransiskus Rahayaan melaju dari arah Maruni tujuan kota.

Sedangkan dari arah berlawanan, datang sepeda motor Honda Supra X berwarna hitam dengan nopol PB 4683 M yang dikendaraai seorang perwira Kodam XVIII Kasuari.

Setibanya di TKP, menurut Sunarko, pengemudi yang dalam pengaruh minuman keras (miras) tidak bisa mengendalikan mobilnya dan menabrak pengendara sepeda motor dari arah berlawanan.

Setelah kejadian, kata dia, tersangka yang sebelumnya diamankan petugas piket Provost Kodam XVIII Kasuari, kemudian diserahkan ke pihak kepolisian, sedangkan perwira Kodam ini menghembuskan nafas terakhir akibat kejadian itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sunarko mengatakan, tersangka akan dijerat Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp. 12 juta.

Ditanya tentang miras yang dikonsumsi tersangka, Kasat Lantas mengatakan, ketiganya mengonsumsi miras di Lokalisasi 55 Maruni, sebanyak 4 botol.

Sementara Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel ARH Eddy Widiyanto yang dikonfirmasi terkait kejadian itu, Minggu (21/1/18), mengaku berada di Jakarta, sehingga belum memberikan keterangan resmi. [BOM-R1]