Pasific Pos.com
Papua Selatan

Merauke Siap Produksi Beras Analog

“Bentuknya semacam beras, tetapi sudah instan. Nanti beberapa variasi komposisi bahan baku beras analog ini, seperti seperti ketela, ubi kayu, jagung dan sagu,”terang Edi.

MERAUKE,ARAFURA,- Selain padi, Kabupaten Merauke juga potensial untuk pengembangan komoditi lainnya seperti umbi-umbian. Karena itu, sebagai solusi pengawetan sekaligus meningkatkan ekonomi dari komoditi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Merauke mendorong masyarakat untuk bisa membuat beras analog.

Beras analog itu terbuat dari perpaduan tepung ubi kayu, petatas, jagung, kumbili bahkan bisa juga dari sagu. “Bentuknya semacam beras, tetapi sudah instan. Nanti ada beberapa kombinasi, seperti ketela, ubi kayu, jagung, sagu. Nanti beberapa variasi komposisi bahan baku beras analog ini,”ucap Kadis Pertanian Kabupaten merauke, Edi Santoso, baru-baru ini.

Menurutnya, ubi kayu atau singkong, ubi jalar dan pisang menjadi makanan pokok sebagian penduduk lokal di kampung-kampung. Kendati demikian, selama ini belum masuk tahap pasca panen maupun pengolahan hasil. Begitu pula dengan suku dan keladi, juga bisa dibuat menjadi beras analog.

“Kami sekarang memacu untuk pengolahan ubi kayu dan ubi jalar, karena ini cukup banyak di tingkat kampung. Kita buat menjadi tepung mocaf, tepung pisang. Beberapa bahan baku yang lain, nanti bisa juga diolah menjadi tiwul instans,”terang Edi.

Lebih lanjut dikatakan, ini merupakan salah satu upaya untuk bagaimana melakukan pengawetan produk-produk pangan di tingkat kampung. Selama ini, kalau terjadi over produksi tidak dimanfaatkan. Maka, dengan diolah menjadi gabplek, menjadi gatot atau menjadi tiwul, ini bisa diawetkan beberepa bulan bahkan satu sampai dua tahun.

“Ini tidak menghilangkan kandungan gizi dari bahan baku tersebut. Harapan saya, bahan olahan dari hasil-hasil petani lokal ini bisa diawetkan, menjadi pendukung kemandirian pangan sampai di tingkat kampung,”tukas Edi.
Selain itu, untuk buah-buahan juga akan coba diolah menjadi produk yang lebih awet, seperti keripik buah-buahan. “Kalau untuk buah-buahan, kalau pas melimpah itu banyak sekali. Maka, itu kedepan akan kita olah menjadi keripik buah-buahan, sehingga tidak ada hasil yang tidak terolah,”ujar Edi.