Pasific Pos.com
Papua Selatan

Merauke Kembali Alami Deflasi

MERAUKE,ARAFURA,-Terkait dengan perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Merauke pada Agustus 2019, Merauke mengalami deflasi 0,18 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kudus sebesar 0,82 persen. Secara umum, pada Agustus 2019, dari 82 kabupaten/kota IHK di Indonesia tercatat 44 kabupaten/kota mengalami inflasi dan 38 kabupaten/kota mengalami deflasi. Pada Agustus 2019 Merauke mengalami deflasi 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,80. Tingkat deflasi tersebut membuat Merauke berada di urutan ke-59 nasional dan urutan ke-13 Sulampua.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Merauke, Muh.Ali kepada wartawan di Kantor BPS belum lama ini. Lebih lanjut ia mengungkapkan, inflasi tahun kalender Merauke di bulan Agustus 2019 sebesar – 1,57 persen dan inflasi yearonyear (Agustus 2019 terhadap Agustus 2018) sebesar 0,11 persen. Penurunan harga barang dan jasa di Merauke disebabkan oleh penurunan angka indeks pada kelompok bahan makanan sebesar – 1,27 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar – 0,02 persen . Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami kenaikan antara lain kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,12 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen. Sementara itu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Merauke dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar tahun 2012 (2012 = 100) hasil SBH 2012, pada Bulan Agustus tahun 2019 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen atau terjadi penurunan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139,05 pada Juli 2019 menjadi 138,80 pada Agustus 2019 di Merauke.Secara umum, dari 82 kota IHK tercatat 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota lainnya mengalami deflasi. Penurunan harga barang dan jasa di Merauke disebabkan oleh penurunan angka indeks pada kelompok bahan makanan sebesar – 1,27 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar – 0,02 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami kenaikan antara lain kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,26 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,12 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain kangkung sebesar 0,15 persen, daging ayam ras sebesar 0,12 persen, bawang merah sebesar 0,111 persen, dan lain-lain. Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain kacang panjang sebesar 0,23 persen, cabai rawit sebesar 0,15 persen, ikan kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso sebesar 0,07, dan lain-lain. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Agustus 2019 mengalami deflasi sebesar 0,02 persen atau mengalami penurunan angka indeks dari 147,78 pada Juli 2019 menjadi 147,75 pada Agustus 2019. Kelompok ini memberikan andil deflasi sebesar 0,0025 persen. Komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain biskuit sebesar 0,006 persen dan kopi bubuk sebesar 0,004 persen.