Pasific Pos.com
Papua Selatan

Merauke Ditargetkan Produksi 250.000 Ton Gabah

MERAUKE,ARAFURA,-Target luas tanam padi di Kabupaten Merauke Tahun 2018 seluas 56.249 Ha dan khusus untuk musim rendengan seluas 33.130 Ha. Dari target tersebut, hingga saaat ini telah terealisasi kurang lebih seluas 27.000 Ha. Kondisi ini terjadi, karena curah hujan yang tidak merata sehingga beberapa lokasi saat ini sedang proses tanam.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Edi Santoso, menjelaskan khusus di wilayah Distrik Semangga dari target seluas 5.800 Ha yang telah terealisasi seluas 4.657 Ha. “Kami optimis, bisa terlampaui sesuai target,”ungkapnya kepada wartawan usai panen raya di Semangga 3, Distrik Semangga, Jumat (2/3).

Dikatakan, untuk target produksi rata-rata per Ha di Kabupaten Merauke sebanyak 4,36 ton. Jadi, dengan dengan target luasan 56.249 Ha maka untuk produksi ditargetkan sebanyak 250.000 ton Gabah Kering Panen (GKP). Sedangkan terkait pupuk, berapapun kebutuhan pupuk untuk Merauke akan dipenuhi oleh Kementerian Pertanian.

Alokasi pupuk bersubsidi sesuai RDKK yang telah disusun, dan apabila ada kekurangan pihaknya akan meminta realokasi dari propinsi sehingga ada penambahan dari pusat. Karena itu, diminta kepada petani yang memiliki lahan garapan untuk membuat RDKK, sehingga pemerintah akan berupaya memenuhi berapapun kebutuhanpetani. “Para petani tidak usah khawatir sekarang, mudah-mudahan insya Allah berpapun kebutuhan pupuk subsidi untuk petani bisa terpenuhi,”tukasnya.

Sementara itu, hal senada juga dikemukakan Aster KASAD, Mayjen TNI Supartodi,SE,M.Si. Menurutnya, untuk kebutuhan pupuk di Kabupaten Merauke sudah terpenuhi. Karena itu, pihaknya meminta supaya Sarana Produksi Padi (Saprodi) yang telah diberikan jangan sampai disalah gunakan oleh para Gapoktan.

Untuk meningkatkan produksi, kata Aster, perlu dilakukan berbagai langkaah termasuk penerapan teknologi budidaya. Contonya, menunggunakan Alsintan sehingga tidak merugikan masyarakat. Begitu pula bibitnya, yang ditanam harus bibit unggul sehingga hasilnya maksimal.

“Daur hidupnya petani itu adalah kita panen, olah, tanam. Itu terus, tidak boleh berhenti. Air cukup, satu tahun minimal (tanam) dua kali. Empat belas bulan itu bisa tiga kali tanam,”tukasnya.