Pasific Pos.com
Papua Barat

Merasa Kecolongan, Budoyo Ingin Pungli di Pasar Wosi Diusut Tuntas

Manokwari,TP – Wakil Bupati Manokwari Edi Budoyo mendorong agar kasus pungutan liar (pungli) yang melibatkan 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari diusut tuntas.

Hal itu ditegaskan Budoyo karena menilai pasar merupakan pusat perekonomian tempat berputarnya uang, sehingga tidak menutup kemungkinan pungli sudah terjadi sejak lama.

“Sementara kan sudah ditangani Polres. Kita mendorong untuk terus dikembangkan agar jika ada pihak lain yang terlibat biar bisa di proses hukum,” kata Budoyo kepada wartawan usai menghadiri HUT YPK ke 56 di Distrik Warmare, Kamis (8/3).

Budoyo menerangkan, disamping sebagai pusat perekonomian, keinginannya agar kasus pungli di pasar Wosi diusut tuntas karena uang hasil pungli cukup besar yakni mencapai Rp.70 juta, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak masyarakart atau pedagang yang menjadi korban.

“Jadi tidak berhenti sampai di sini. Karena punglinya lumayan besar dan sudah terjadi dalam waktu yang lama. Itu harus menjadi shock terapi agar tidak kembali terulang disetiap OPD,” jelas Budoyo.

Pemkab Manokwari tegas Budoyo, tidak akan mentoleransi ASN atau pejabat yang tertangkap tangan melakukan pungli dan akan tetap memberikan sanksi kepada ASN yang bersangkutan.

“Yang pasti terdapat sejumlah ancaman sanksi, termasuk pemecatan, tetapi semua itu kewenangan pak bupati, tetapi beliau masih di luar daerah. Ini jadi pelajaran bagi ASN agar tidak melakukan pungli diluar ketentuan yang berlaku.

Terlebih prinsip kita adalah pelayanan publik sehingga harus memberikan pelayanan yang maksimal dari dalam hingga luar,” tegas Budoyo seraya mengaku baru mengetahui ada ASN yang tertangkap pungli di Pasar Wosi.

Budoyo menambahkan, Pemkab Manokwari merasa kecolongan atas peristiwa tersebut, karena saat pembagian lapak kepada pedagang semuanya berjalan dengan baik dan lancar.

“Jujur, dengan kejadian itu, Pemda merasa kecolongan karena saat pembagian lapak bagi pedagang berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, nantinya kami lebih selektif menempatkan pejabat dan bagi siapapun yang menjadi pejabat di posisi tersebut, harus bersih dari pungli. [SDR]