Pasific Pos.com
Papua Tengah

Menteri Yembise Temui Tokoh Adat Wilayah Meepago

NABIRE – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling,MA, Kamis (7/6) bertempat di Hotel Mahavira II Nabire menggelar bertatap muka dengan Tokoh Adat Wilayah Meepago.

Yohana Susana Yembise dalam sambutannya banyak membicarakan tentang keterlibatan dewan adat, tokoh agama dan embrio lain untuk membantu kementerian yang dipimpinnya dalam melindungi anak-anak, memberdayakan kaum perempuan di tanah ini. “Sekarang sudah saat kami masuk bersama-sama dengan dewan adat wilayah Meepago. Saya merasa ini sangat strategis,” katanya.

Perempuan dan anak prioritas dunia sekarang, karena pembangunan kelanjutan sudah dilauching bersama kepala-nepala Negara di PBB pada tahun 2015, bulan September. “Saya juga hadir disana dengan kepala negara kita menyampaikan bahwa negara itu dikatakan belum maju dan bebas dari kemiskinan bilamana perempuan belum berada garis aman,” ujarnya.

Itu sudah dikatakan semua kepala-kepala negara, lanjutnya, tinggal sekarang kita implementasikan ke daerah karena sudah dilaunching secara internasional maupun di tingkat nasional, juga sudah dilaunching khusus anak Papua. “Tanah Papua itu menurut saya selamat, bilamana perempuan dan anak selamat”.

Dikatakan, kita selamatkan tanah Papua ini, kita selamatkan wilayah Meepago ini. Perempuan harus dijaga, dihormati, dihargai dan dapat dimuliakan, karena menghasilkan generasi penerus Papua kedepan sehingga perempuan ini mengisi tanah ini kedepan tidak rugi. Itu harus dicatat oleh dewan adat, tokoh adat, tokoh agama dan siapapun.

Pemerintah juga perlu diingatkan sudah ada Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang urusan perempuan dan anak adalah urusan wajib daerah yang harus dilaksanakan.

“Pada kesempatan ini saya mengingatkan kepada kita sekalian, selamatkan perempuan dan anak kita ini kedepan supaya tidak menciptakan hal yang bersifat negatif lagi, karena anak-anak kita sekarang ini moral rusak melalui banyak cara, yakni buka video porno, Miras, Narkoba, seks bebas dan lain sebagainya hingga diharapkan dapat dikontrol dengan mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat, agama, lembaga adat dan pemerintah secara bersama,” harap Yohana. (modes)