Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Mensos: Tangani Kesehatan Warga Agats Sampai Tuntas

Asmat, Menteri Sosial, Idrus Marham memastikan kasus gizi buruk dan campak di kabupaten Agats tertangani dengan baik.

“Yang perlu diperhatikan satu bulan sejak pertama ditangani, perawatan anak-anak ini harus tuntas. Sebab kalau tidak dikawatirkan akan kembali terulang,” kata Idrus, usai mengunjungi lokasi, Sabtu (10/01).

Dalam pengecekan lapangan, tim terpadu yang di antaranya para dokter dan tenaga kesehatan, sudah bekerja dengan baik. Meski demikian, Idrus memaklumi bisa saja ada beberapa warga yang mungkin belum tersentuh layanan kesehatan karena faktor Medan yang sulit.

Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan beras, sebanyak 3 ton. “Ini bisa pastikan, bantuan ini sudah terdistribusi dengan baik,” katanya.

Kementerian juga menyalurkan makanan tambahan, termasuk untuk anak- anak sebanyak 25.000 paket. Bantuan ini terkoordinasi melalui posko bantuan yang sudah didirikan dan bekerja dengan baik.

 

Kemensos Perkuat Bantuan Untuk Agats


Bantuan Kemensos di Agats sudah lebih tujuh tahun berlangsung, di antaranya melalui program Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang menyentuh 4 desa. “Ke depan ini bisa ditingkatkan,” katanya.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menyatakan, Kemensos akan membantu kabupaten Agats dengan memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kemensos akan meningkatkan kepesertaan PKH dari 391 akan dikembangkan menjadi 13.000 keluarga.

“Untuk PKH nantinya tidak hanya dalam bantuan uang namun juga menerjunkan pendamping PKH. Saat ini baru ada 10 pendamping,, dari yang dibutuhkan sebanyak 56 dengan rasio 1 pendamping terhadap 300 keluarga,” kata Harry.

Kemensos juga akan memperkuat pembentukan Kampung Siaga Bencana ( KSB). Harry memastikan akan membentuk beberapa KSB dengan bersinergi dengan Tagana.

Agar identifikasi bencana sosial semacam ini cepat terpantau, Mensos juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian lain, dalam hal ini dengan Kementerian Dalam Negeri.

Meski diakui Mensos pula, pemda setempat sudah baik dalam pemahaman kesehatan warga. Seperi adanya bantuan 1000 hari. Yakni penanganan kesehatan dan kecukupan gizi ibu hamil. Namun tantangan alam misalnya, membuat pekerjaan tidak mudah.