Pasific Pos.com
Papua Barat

Menambah Gedung Rumah Sakit dengan Anggaran DAK Pusat

Manokwari, TP – Rumah Sakit Umum menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) guna menambah gedung rumah sakit dan penyediaan alat kesehatan, diantaranya: tujuh gedung baru dan dua alat kesehatan berupa Ventilator 4 unit dan alat  CSSD ( Central Strelie Supply Depertemen), ungkap Mikhael Osok selaku ketuia pelaksana anggaran saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/07) siang.

Berkaitan dengan perealisasian penggunaan dana alokasi khusus tersebut, Mikhael Osok menjelaskan, “anggaran tersebut kami gunakan untuk menambah fasilitas rumah sakit berupa gedung dan penyediaan alat kesehatan di antaranya:  gedung farmasi, gedung radiologi, gedung IPRS ( Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit), gedung CSSD , laundry, gedung gizi, dan gedung pemulasaan jenazah. Selain itu, anggaran tersebut akan diugunakan untuk penyediaan alat kesehatan berupa empat unit ventilator dan alat CSSD.’ Jelas Mikhael Osok.

Terkait perencanaan pembangunan, Osok menjelaskan “ untuk sementara ini belum, tetapi masih dalam proses pelelangan  terkait kontrak kerja.” Jelasnya. Hal ini dibenarkan oleh Suryamiharja, selaku Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Manokwari. ia menjelaskan “terkait proses pelelangan terhadap penambahan gedung RSUD Manokwari, hari ini kami akan melakukan kualifikasi peleleangan sesuai pelamaran yang masuk. Oleh karena itu kita akan melakukan pembuktian-pembuktian secara theknis sesuai syarat yang ditentukan.” Tutur Suryamiharja saat ditemui Tabura Pos di kantornya, Kamis (12/07) siang.

Semntara  dengan syarat teknis, lanjut Suryamiharja, “setiap peserta lelang harus memenuhi ketentuan data yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa. Persyaratan adminisstrasi teknis dan memenuhi persyaratan kulaifikasi dan setelah dinyatakan sebagai pemenang,  maka perusahan tersebut memberikan jaminan pelaksanaan sebesar 5% guna mencegah ketika penyedia jasa tersebut tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Dan jaminan 5% tersebut akan diberikan ke kas daerah” jelasnya.

Sehubungan dengan besarnya anggaran yang digunakan untuk membangun tujuh gedung dan penyediaan alat kesehatan tersebut, Mikhael Osok menjelaskan, “untuk ketujuh gedung dengan total anggaran 16 miliar termasuk tahapan perencanaan, pengawasan pelaksanaan sampai pada  proses konstruksi, sementara untuk penyediaan alat kesehatan sekitar  4 miliar lebih dan proses penyediaan alat tersebut dengan system e-katalog,” tuturnya.

Singgung mengenai system penggunaan DAK terkait rencana pembangunan fasilitas rumah sakit, Suryamiharja menjelaskan, “untuk pembangunan RSUD Manokwari dengan anggaran DAK kita akan berusaha secepat mungkin karena batas waktu untuk memberikan laporan data kontrak kerja ke KPPN berakhir pada tanggal 21 juli sementara tanggal 23 Juli adalah tanggal penutupan penyaluran dana DAK, oleh sebab itu, diharapkan rumah sakit segera menyelesaikan laporan data kontrak kerja ke KPPN, mengingat batas waktu penyaluran segera ditutup karna itu akan merugikan,” pintanya. CR – 47.