Pasific Pos.com
Papua Barat

Matakupan Ungkap Pihak EMKL Tahu Isi Kontainer Adalah Miras

Manokwari, TP – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Provinsi Papua Barat telah memanggil dan memeriksa pemilik toko elektronik, Bintang Jaya di Jl. Trikora, Wosi, Manokwari, yang menimbun ratusan karton minuman keras (miras) jenis Vodka.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindagkop Provinsi Papua Barat, Adrian Matakupan menjelaskan, sesuai hasil penyelidikan, ratusan karton miras yang disimpan di gudang toko elektronik, Bintang Jaya, disebutkan milik Gary selaku pemasok.

Ia menerangkan, miras itu didatangkan langsung dari Surabaya menggunakan jasa peti kemas (kontainer) dengan daerah tujuan Kabupaten Teluk Bintuni.

“Jadi, miras itu hanya untuk sementara dititipkan di gudang toko elektronik, Bintang Jaya, karena tidak diizinkan oleh pihak EMKL barang itu harus berlama-lama di pelabuhan,” kata Matakupan kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (7/2).

Bahkan, ia mengatakan, pihak EMKL pun tahu jika barang yang tersimpan dalam peti kemas adalah miras. Berdasarkan pengakuan pihak toko elektronik, Bintang Jaya, Matakupan menjelaskan, mereka tidak tahu jika barang yang dititipkan di gudangnya adalah miras.

“Tapi secara logika kita bisa tahu kalau itu ada kerja sama antara mereka berdua. Hanya saja sampai saat ini kita belum dapat mengungkap hubungan antara mereka berdua, karena sampai hari ini, pemilik toko elektronik, Bintang Jaya, ko Tony, tidak diketahui keberadaannya,” kata Matakupan.

Terkait sanksi hukum, dia menegaskan, pemasok dalam hal ini Gary akan dikenakan Pasal 24 Ayat junto Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp. 10 miliar.

Sementara Kepala Disperindagkop Provinsi Papua Barat, George Yarangga mengatakan, dari hasil pemeriksaan, toko elektronik, Bintang Jaya dinyatakan bersalah, karena melakukan tindakan penimbunan miras di luar izin usahanya.

Yarangga menuturkan, sesuai pengakuan pemilik toko elektronik, Bintang Jaya, Tony melalui Denisha (pekerja), miras itu milik Gary dan hanya menumpang di gudang toko Bintang Jaya, karena akan dibawa ke Teluk Bintuni.

“Menurut Gary mungkin nasibnya saja yang apes, padahal ada tempat-tempat lain juga menimbun dan menjual miras. Jadi, dia minta hukum itu harus ditegakkan sama,” ujar Yarangga.

Menurutnya, pihak Disperindagkop pun siap melakukan pengawasan terhadap mereka yang melakukan penimbunan dan penjualan miras, tetapi terkendala anggaran.

Disinggung apakah toko elektronik, Bintang Jaya akan ditutup sesuai perintah Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Yarangga mengaku, pihaknya hanya bertugas melakukan pengawasan, sedangkan untuk mencabut izin toko dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Manokwari, karena mereka yang memiliki kewenangan.

Dicecar apakah pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk memproses pemasok, Gary, ia mengaku, tugas pihaknya hanya memberikan edukasi, sedangkan keputusan apakah kasus ini dibawa ke ranah hukum, dikembalikan ke keputusan pimpinan, dalam hal ini Gubernur.

“Nanti kita laporkan dulu ke Gubernur Papua Barat. Keputusan beliau seperti apa, baru kita lanjutkan,” kata Yarangga. [BOM-R1]