Pasific Pos.com
Papua Barat

Masyarakat Bisa Beli Saham dengan Modal Rp. 100.000

Manokwari, TP – Kehadiran Bursa Efek Indonesia (BEI) di Manokwari, Papua Barat, tentunya menjadi angin segar untuk menambah pengetahuan dan memberikan manfaat positif dalam perekonomian masyarakat. Dalam media gathering di salah satu hotel di Manokwari, Sabtu (17/2), perwakilan BEI, Devi mengatakan, BEI merupakan bagian dari pasar modal.

Ia menjelaskan, di Indonesia ada 2 pasar keuangan, yakni pasar uang dan pasar modal. Pasar uang diatur Bank Indonesia (BI) dan pasar modal diatur BEI. “Jadi, Bursa Efek ini yang menjadi pusat pertemuan antara investor (pemilik dana) dengan perusahaan yang membutuhkan dana dalam waktu jangka panjang. Ada 567 perusahaan yang terdaftar di BEI dan membutuhkan dana dalam waktu jangka panjang dan perusahaan ini dipastikan akan terus bertumbuh serta memberikan profit atau keuntungan bagi para investor yang menanamkan modalnya di perusahaan tersebut,” jelas Devi.

Ia menerangkan, mengapa perusahaan ini bisa memberi keuntungan untuk pemilik saham, karena perusahaan ini memiliki produk yang sering digunakan masyarakat, seperti PT Indofood dan PT Unilever.

“Perusahaan ini merupakan perusahaan yang cukup terkenal dan produknya tidak bisa lepas dari masyarakat. Masih banyak lagi perusahaan lain yang sahamnya bisa dimiliki masyarakat. Untuk itu, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Papua Barat agar ikut andil dalam kepemilikan saham di perusahaan yang membutuhkan dana dalam waktu jangka panjang,” terang Devi.

Diutarakannya, hingga say ini, Indonesia berada pada peringkat pertama dunia pertumbuhan saham yang berjalan lancar, tapi sayangnya, sebagian besar jumlah saham di Indonesia dimiliki pihak asing (orang luar negeri).

“Ini sangat disayangkan jika kepemilikan saham perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dimiliki investor asing, maka yang menikmati hasilnya orang asing, bukan orang Indonesia. Ini sangat berdampak buruk untuk Indonesia, karena jika saja terjadi sesuatu di Negara investor asing tersebut, maka kemungkinan besar investor asing tersebut menjual sahamnya dan menarik sahamnya yang ada di perusahaan-perusahaan Indonesia. Bisa jadi, banyak perusahaan di Indonesia yang mengalami kerugian besar,” paparnya.

Untuk mencegah hal itu, Devi mengajak masyarakat di Papua Barat ikut andil dalam kepemilikan saham di banyak perusahaan Indonesia. Sebab, ia menjelaskan, bukan saja memberikan keuntungan untuk investor, tapi ikut andil membangun negeri sendiri dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Ia menambahkan, tingkat pengertian masyarakat Indonesia tentang pasar modal, sangat minim, sehingga BEI gencar melakukan sosialisasi literasi tentang saham ke seluruh lapisan masyarakat.

Meski begitu, Devi mengaku kegemaran masyarakat di Manokwari untuk berinvestasi sangat besar, tinggal bagaimana memberitahukan agar berinvestasi di perusahaan saham yang benar supaya jangan dibodohi dan menghindari investasi bodong. Selain itu, kata dia, butuh cara mengubah cara pandang masyarakat tentang mahalnya berinvestasi saham dan rumit.

Ditanya bagaimana cara mendaftar untuk menjadi seorang pemilik saham atau investor di BEI, Devi menerangkan, sekarang cukup mudah, hanya dengan modal Rp. 100.000, masyarakat sudah bisa membeli saham atau menjadi investor di suatu perusahaan.

“Selanjutnya, masyarakat yang sudah menjadi investor bisa melakukan jual beli saham di 567 perusahaan yang terdaftar di BEI. Jika ingin memiliki rekening saham dan membutuhkan penjelasan, silakan datang ke Kantor BEI KP Manokwari di Jl. Trikora, Wosi. Kami akan dengan senang hati membantu dan memberikan informasi yang jelas untuk masyarakat,” tukasnya. [CR37-R1]