Pasific Pos.com
Papua Selatan

Masyarakat Asmat Antusias Mengikuti Program Imunisasi

Timika, – Berbanding terbalik dengan laporan sebelumnya tentang kondisi kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Kalo sebelumnya diinfokan bahwa masyarakat enggan mengikuti program imunisasi, namun ternyata di lapangan antusias masyarakat untuk imunisasi sangat tinggi.

Demikian dikatakan Dantimkes III dr. Aminuddin Harahap, Sp.A, M. Tr. Hanla pada saat rapat koordinasi di posko KLB , Kamis (1/3).

Dijelaskannya, pada saat rapat koordinasi di Posko KLB mendapatkan informasi bahwa cakupan imunisasi di Kabupaten Asmat sangat rendah. Rendahnya cakupan imunisasi ini bisa menjelaskan kenapa terjadi KLB Campak di tanah Asmat ini. Berdasarkan ilmu epidemilogi hanya dengan cakupan imunisasi minimal 80% (Idealnya 90%) suatu populasi ( masyarakat) bisa terhindar dari serangan penyakit infeksi.

Beberapa alasan yang menjelaskan rendahnya cakupan imunisasi di Asmat ini adalah keengganan orang tua untuk membawa anaknya mengikuti vaksinasi, pola hidup masyarakat yg berpindah sehingga sulit ditemui petugas, kondisi geografi yg sulit dijangkau, sulitnta tranportasi, keterbatasan sumbet daya manusia dan lainnya.

Menyadari dengan segala keterbatasan tersebut, maka dr. Aminuddin Harahap, M.Tr. Hanla selaku Dantimkes memberikan penekanan khusus tentang pentingnya meningkatkan cakupan imunisasi ini. Tingginya cakupan imunisasi merupajan tolok ukur keberhasilan Satgaskes ini.

Dari berbagai laporan yang ada, ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi, partisipasi masyarajat sangat baik. “Di kampung Bine dari 85 anak yang menjadi target 55 anak ikut vaksinasi sedangkan sisanya 30 anak sudah divaksin Timkes sebelumnya berarti 100% sudah divaksin. Kampung Yasiew distrik Atsj target 151 anak yang divaksin 151 anak berarti capaian 100%. Di kampung Bekase dari target 45 anak yang ikut vaksin 44 sedangkan 1 anak sudah pernah menderita campak yang berarti juga 100%,” ujar sang dokter.

Berdasarkan laporan-laporan dari distrik yang ada dengan gerakan sweping yang terus menerus dari kampung ke kapung yang dilaksanaksn oleh TNI-Kemenkes diharapkan target cakupan imunisasi dalam tiga bulan ini di Kabupaten Asmat dapat mencapai 80-90% sehingga di Tanah Asmat ini terjadi “Herd Imunity” kekebalan populasi. Jika ini terjadi maka konsep ini bisa dikembangkan di daerah daerah lainnya khususnya Papua yang memiliki cakupan imunisasi rendah.