Pasific Pos.com
Papua Barat

Masih Layak Digunakan, Median Jalan Dibongkar dan Dipasang Ulang

Manokwari, TP – Ketua Komisi C Bidang Pembangunan, DPR Papua Barat, Imanuel Yenu menilai, pembangunan median jalan di sepanjang jl. Yos Sudarso, sampai ke Jl. Trikora Wosi khususnya di dalam wilayah kota Manokwari yang saat ini dibongkar dan dibangun kembali sebenarnya masih layak digunakan.

        Jelas Yenu, ruas jalan dari Makalo sampai ke Wosi masih dalam ruas jalan nasional, artinya ruas jalan tersebut di bawah pengawasan Balai Nasional dan itu diluar kewenangan pemerintah provinsi (pemprov).

        Namun, lanjut dia, bicara terkait pengasawan tentang efektifitas dan manfaat dari pembangunan tersebut, tentunya median jalan yang hari ini dibongkar dan dibangun ulang sebenarnya masih layak dipalai.

        “Sehingga, kalau median jalan itu dibongkar dan dipasang yang sama lagi. Ya, rugilah dana yang digunakan untuk pembangunan median jalan itu. Karena kami melihat sebenarnya median jalan itu masih layak digunakan,” kata Yenu kepada para wartawan di kantor DPR Papua Barat pekan lalu.

        Dikatakan Yenu,  masih ada program-program pembangunan yang membutuhkan dana. Kenapa, dana itu tidak digunakan untuk hal-hal yang sangat dibutuhkan masyarakat tapi, digunakan untuk pengulangan pekerjaan yang sebenarnya belum perlu untuk dikerjakan.

        Tetapi, lanjut dia, itulah perencanaan dan pembangunan itu bukan menjadi wilayah pemprov Papua Barat, namun ruas jalan itu merupakan ruas jalan nasional dan tentunya pihaknya tidak bisa mencegah pembangunan itu.

        “Kami hanya bisa berikan koreksian, agar kedepannya pembangunan yang sifatnya belum layak direnovasi, tolong jangan dilakukan. Tetapi pembangunannya diarahkan kepada daerah-daerah yang membutuhkan pembangunan,” saran Yenu.

        Disamping itu juga, Yenu menilai, dalam program pembangunan media jalan tersebut tidak transparan. Seharusnya, ada papan proyek yang ditaru di pasang, baik terkait besaran anggaran pembangunan, kontraktor mana yang bekerja, sumber anggaran dan lain sebagainya, sebab masyarakat memilik hak untuk mengetahui pembangunan di suatu daerah.

        Pada kesempatan itu juga, dirinya menghimbau kepada para pekerja median jalan, agar menempatkan material bangunan dengan baik sehingga tidak menganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut.

        “Kami minta agar pemberi kerja dapat memberikan himbauan kepada pekerjanya agar segera menertipkan material di sepanjang media jalan yang dibangun,” tandas Yenu. [FSM]