Pasific Pos.com
Papua Barat

Masa Depan tak hanya Ditentukan oleh Kemampuan Adakemik

Manokwari, TP – Masa depan tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa yang mempunyai kemampuan akademik yang baik. Guna menjadikan hidup lebih baik dan bermakna, maka mahasiswa harus punya kegiatan lain, salah satunya adalah kegiatan ko dan ekstrakurikuler.

Hal itu ditegaskan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti, Prof. Intan Ahmad ketika membuka kegiatan Pesparama Nasional  yang ke-XV di Gereja GK Petrus, Amban, Manokwari, Minggu (15/7).

Dia menyatakan, kegiatan itu hal luar biasa karena para mahasiswa berkumpul dari seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua untuk berlomba dalam Pesparama ini. Lomba ini luar biasa karena bicara soal paduan suara gerejawi.

Kegiatan tersebut, kata dia, juga menjadi bermakna karena mahasiswa merupakan wakil dari seluruh Indonesia. Para peserta, menurutnya, perlu menyadari bahwa saat di perguruan tinggi, kadang ada sebagian mahasiswa yang ingin belajar akademik saja.

“Tapi percayalah, untuk menjadikan hidup lebih bermakna dan masa depan labih baik, anda harus punya kegiatan lain, salah satunya adalah kegiatan ko dan ekstrakurikuler,” tegasnya.

Kegiatan mahasiswa yang berkenaan dengan seni, menurut dia, luar biasa karena dengan seni bisa mengembangkan kreativitas, kerja sama, disiplin, yang tidak akan diperoleh hanya apabila belajar akademik saja. Oleh karena itu, pemerintah sejak beberapa waktu lalu mencanangkan program-program seperti ini. Kepandaian kognitif atau akademik semata tidak cukup, tapi perlu juga memahami hal lain.

“Apalagi bicara NKRI, Pancasila, bicara bahwa Indonesia beragam, dengan berkumpul dengan sesama mahasiswa dari seluuruh Indonesia anda akan lihat perbedaan dan latar belakang suku seluruh Indonesia. Ini akan mempererat kognisi sosial yang akhirnya dengan kegiatan seperti ini akan bertahan lama sekali. Membuat anda lebih sukses untk alih profesi karena penndidikan yang baik tidak hanya pendidikan yang membuat anda pandai secara kognitif, tapi juga hal lain yaitu kemampuan seni yang luar biasa karena itu akan membuat hidup kita lebih bermakna.

Dia menambahkan, dewan juri dalam lomba itu adalah orang-orang berintegritas, sehingga kegiatan tersebut yang menjadi contoh bagaimana dilaksanakan dengan amat baik.

“Tentu di mana pun yang namanya lomba ada yang juara, tapi juara itu hanya satu tetapi kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang luar biasa karena akan mempunyai kawan yang lebih banyak, net working lebih banyak. Dan yang lebih peting lagi ini dilaksanakan di Papua Barat. Beberapa dari anda mungkin baru ertama kali ke sini sehingga bisa melihat bagaimana Indonesia, bagaimana membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Dia meyakini bahwa generasi muda bisa berkontribusi untuk membuat Indonesia menajdi lebih baik lagi antara lain melalui kegiatan Pesparama Nasional tersebut. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan yang dilaksanakan secara luar biasa dan dukungan yang luar biasa dari Gubernur Papua Barat, bupati dan para rector akan memberikan contoh kepada bagian lain Indonesia bahwa Papua Barat bisa melaksanakan kegiatan ini secara luar biasa dan gemanya akan sampai ke seluruh Indonesia.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan pada kesempatan itu mengatakan bahwa visi kesembilan Provinsi Papua Barat, yakni menghargai dan menghormati dalam perbedaan. Untuk itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan peserta untuk saling menghargai dan menghormati dalam perbedaaan agama suku, ras, adat dan budaya.

“Mari menjadi satu sebbagai modal membangun Indonesia, Papua, Papua Barat yang tercinta. Mari satu hati, pikir, kasih dan tekad, dan komitmen untuk menjaga Indonesia, menjaga Tanah Papua, menjaga Papua Barat, dan Manokwari yang dijuluki sebagai Kota Injil agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan selamat datang kepada duta-duta Kristus, peserta Pesparama Nasional ke-XV di Tanah Papua, Papua Barat, dan Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil. Oleh karena itu, dia berharap, terutama  masyarakat Papua Barat agar tingkah laku dan perbuatan harus mencerminkan Manokwari sebagai Kota Injil.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk menjauhkan diri dari miras, narkoba, kekerasan, dan hubungan seks di luar nikah. Semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban, mulai dari pihak gereja, semua agama, masyarakat untuk menjaga hal ini anak-anak kita, adik-adik kita, keluarga kita yang ada ini supaya Manokwari yang dijuluki Kota Injil itu benar-benar damai, aman, semua oranng yang datang ke sini merasa damai dan sukacita, aman dan tinggak bersama kita di Manokwari,” sebutnya.

Dia juga mengajak warga Papua Barat  dan Manokwari untuk menjaga suasana Pesparama Nasional  yang ke-XV, memberikan suasana sejuk, aman, dan damai, supaya peserta dari berbagai kampus di Indonesia datang di sini merasa aman, tenang dan damai serta bertanding dengan baik.

Dia mengemukakan. kegiatan nasional yang bernapaskan keagamaan tersebut, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peningkatan kualitas iman dan takwa anak bangsa dalam bingkai NKRI yang berbhineka ini. Pluralitas bangsa dan negara perlu terus dibina dan djaga solidaritas, sehingga eksistensi negara semakin kuat dan tumbuh mejadi negara yang besar

Kegiatan kemahaiswaan yang diikuti oleh 37 kampus ini, kata dia, merupakan wahana penigkatan kualitas iman dan kehidupan menuju insan manusia Indonesia yang seutuhnya, yakni yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha esa, berbudi pekerti luuhur, memiliki ilmupengetahuan dan keterampilan kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mandiri dan rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Untuk itu, melalui kegiatan ini seharusnya mahasiswa berlomba-lomba dan memotivasi diri untuk lebih baik dalam segaa aspek kehidupan.

“Hindarilah narkoba, miras, radikalisme, dan intoleransi sehingga kehidupan yang rukun, baik intern dan antarumatbergama,” tegasnya lagi.

Dia mengingatkan panitia dan semua masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik, mengutamakan kualitas pelayanan, sehingga event prestisius ini menghasilkan paduan suara yang tidak hanya menang dalam lomba, tapi juga menyenangkan hati Tuhan karena peserta Pesparama Nasional adalah anak-anak Tuhan.

“Bernyanyilah dengan segenap hatimu,berperilakulah sebagai anak Tuhan, dan jadilah penerus dan pemmimpin bangsa yang terhormat, cendikia, dan patuh akan Tuhan,” tukasnya. (CR44)