Pasific Pos.com
Papua Barat

Maraknya Penyerangan Tokoh Agama, Ketua Umum PKB Keluarkan 5 Instruksi

Manokwari, TP – Para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di seluruh Indonesia harus merapatkan barisan agar tetap menjaga keharmonisan antar-umat beragama. Ini terkait maraknya kekerasan yang menimpa para tokoh agama dalam beberapa pekan terakhir ini.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Papua Barat, Abdullah Gazam menegaskan, dirinya dan seluruh jajarannya mengutuk keras penyerangan terhadap para tokoh agama yang terjadi belakangan ini.

“Kami semua sangat menyayangkan ini semua bisa terjadi di negara yang multi kultural dan negara yang menganut nilai-nilai kebhinekaan,” ungkap Gazam dalam press release yang diterima Tabura Pos, Senin (12/2).
Ditambahkan Gazam, pihaknya mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat menemukan dan menindak tegas pelaku penyerangan dan otak di balik berbagai rangkaian serangan itu, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, penyerangan terhadap tokoh agama sudah terjadi 4 kali dalam beberapa minggu terakhir ini. Pertama, ia menyebutkan, dialami pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, K.H. Umar Basri. Korban dianiaya usai melakukan sholat Subuh, 27 Januari 2018.

Kedua, ia menambahkan, menimpa Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto di Bandung. Prawoto akhirnya meninggal dunia akibat dianiaya seorang pria, Kamis (1/2) pagi. Ketiga, dialami Biksu Mulyanto Nurhalim asal Desa Babat, Tangerang, Banten.

Lanjut dia, pada Sabtu (10/2), Nurhalim dipaksa menandatangani surat perjanjian agar tidak menggelar kegiatan peribadatan di desanya sendiri dan peristiwa keempat, baru saja terjadi penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta.

Gazam menyebutkan, pelaku penyerangan diketahui bernama Suliyono asal Banyuwangi, Jawa Timur. Peristiwa penyerangan itu terjadi saat pastor dan umat sedang misa pagi.

Diungkapkan politisi muda ini, sehubungan maraknya aksi teror terhadap pemuka agama dari berbagai agama, maka seluruh kader dan pengurus PKB di semua tingkatan mendapat 5 perintah dari Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

“Pertama, diperintahkan untuk menggunakan dan memasang profile picture di masing-masing handphone dan bertuliskan “Indonesia Tidak Takut’ dimulai Senin (12/2 ) malam sampai ada langkah konkrit penyelesaian dari aparat keamanan,” ungkap Gazam.

Kedua, ia menambahkan, seluruh pengurus dan anggota PKB merapatkan barisan dan melakukan komunikasi intensif dengan pemuka-pemuka agama untuk melakukan langkah preventif.

Ketiga, melakukan aksi doa bersama, berbagi bunga tanda kasih dan menyalakan lilin keprihatinan di setiap cabang PKB bersama para tokoh lintas agama sebagai bentuk pembelaan terhadap kebhinekaan, toleransi, dan kemanusiaan.

Keempat, mempercayakan aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku teror dalam waktu sesingkat-singkatnya. “Kelima, khusus kepada DPW dan DPC PKB yang di daerahnya telah terjadi aksi teror, harus segera memberikan advokasi dan pertolongan kepada para korban serta sekaligus menghadirkan rasa aman di daerah,” pungkas Gazam, merincikan instruksi Ketua Umum DPP PKB Provinsi Papua Barat ini. [CR37-R1]