Pasific Pos.com
Papua Barat

Manokwari itu Cantik

Manokwari, TP – Ada banyak kesan dari peserta Pesta Paduaan Suara Mahasiswa (Pesparama) nasional  yang ke-XV yang dilaksanakan di Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat. Para peserta memiliki kesan yang baik tentang Manokwari, salah satunya Kota Manokwari disebut memiliki landscape yang indah dan infrastrukturnya sudah lebih maju disbanding tahun-tahun sebelumnya.

“Manokwari sudah banyak kemajuan, dan khususnya melihat bahwa aktivitas musik itu kencang sekali,” tutur Ofisial dari Universitas Sumatera Utara, Prof. Mauly Purba kepada Tabura Pos di Gereja GKI Petrus, Amban, Manokwari, Senin (16/7).

Dia mengakui, tahun lalu dirinya datang ke Manokwari karena menjadi juri Pesparawi se-Tanah Papua. Jika dibanding sekarang, Manokwari sudah banyak kemajuan dari sisi musiknya

Selain itu, kata dia, dari segi infrastrukturnya juga banyak perubahan. Akan tetapi, bagi dia, kegiatan musik di Manokwari lebih menunjukkan geliat kemajuan.

“Dari kegiatan musikal-musikal itu kayaknya Manokwari ini sangat pesat,” ujarnya.

Dia mengemukakan, pada Pesparama Nasional yang ke-XV ini, pihakna mengikuti semua kategori lomba yakni musika sakra dan gospel spiritual. Oleh karena itu, ada empat lagu berbeda yang disiapkan kontingennya

“Harapannya dapat gold (medali emas), tidak harus muluk-muluk jadi champions, tapi gold sepertinya sangat berharga untuk capaian waktu, pikiran, dan tenaga untuk mempersiapkan ini. Kita juga membawa nama almamater, mahasiswa-mahasiswa Kristen yang ada di USU, bangga bisa berpartisipasi pada Pesparama Nasional yang ke-XV ini,” pungkasnya.

Wakil Ketua Kontingen Universitas Tanjungpura Pontianak, Budi Hermawan Bangun mengatakan, Manokwari memiliki landscape yang cantik, meski sebagai kota pesisir juga terasa panas.

”Manokwari itu cantik, landscape yang cantik, tapi sebagai kota pesisir, panas juga. Tapi karena kita dari Pontianak, Kota Katulistiwa, kita juga terbiasa dengan cuaca seperti ini. Manokwari bagus, kotanya ternyata besar juga. Mudah-mudahan ke depan Manokwari bisa terus berkembang dengan tetap mempertahankan landscape-nya,” ujar Bangun.

Dia menuturkan, kampusnya sudah lima kali berpartisipasi dalam Pesparama Nasional. Dalam setiap keikutsertaannya, Universitas Tanjungpura selalu meraih satu medali emas dan satu perak.

“Kita berharap prestasi itu dipertahankan dan kalau memungkinka tentu saja kita berharap ada peningkatan. Kami punya target sebelum beragkat ke Manokwari untuk bisa mendapatkan dua emas, dan mudah-mudahan tercapai,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pesparama Nasional yang ke-XV, Robert Hammar menjelaskan, pada hari pertama diadakan lomba untuk kategori musika sakra. Setelah itu, pada hari kedua diadakan lomba untuk kategori gospel spiritual.

Untuk hasil lomba hari pertama, menurut dia, belum diumumkan. Semua hasil akan diumumkan pada acara penutupan. Namun untuk menjaga kerahasiaan dan objektivitas penilaian, setelah semua peserta tampil langsung diikuti dengan rapat dewan juri dan hasilnya juga langsung diserahkan kepada dewan kehormatan juri untuk disimpan dan tinggal diumumkan.

“Oleh karena itu, kami jamin bahwa tidak ada perubahan apa pun, sebab kita akan memberikan sertifikat beserta dengan nilai masing-masing tim juri,” terangnya.

Para juri, kata dia, tidak perlu lagi diragukan kemampuannya karena sudah berpangalaman di level internasional. Bahkan, dalam dewan juri ini terdapat juri untuk Pesparawwi Nasional di Pontianak nanti. Mereka punya track record dan moralitas yang baik untuk menjaga kerahasiaan, objektivitas, dan kualitas Pesparama Nasional tersebut.

“Besok (hari ini, red) untuk lomba kategori gospel spiritual, kemungkinan lomba kategori kedua ini lebih meriah karena gospel iramanya lebih ‘hidup’. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang belum nonton lebih baik segera nonton karena semakin meriah, apalagi tim unggulan semuanya belum tampil,” ajaknya. (CR44)