Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Lokakarya Sebagai Sentra Pemberdayaan Masyarakat

SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (DPMPK) menggelar Lokakarya Strategi Percepatan Pencapaian Nawa Cita III (Tiga) melalui Distrik Sebagai Sentra Pemberdayaan Masyarakat, yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (9/2/18).

Lokakarya tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, yang dihadiri Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Sekda Kabupaten Jayapura Drs. Yerry F. Dien, M.Si, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, Kepala DPMPK Kabupaten Drs. Frits Rumayomi, M.Si, Kabag Sumda Polres Jayapura AKP Mansyur dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura Akmal Abbas, S.H., M.H.

Adapun tujuan dilaksanakannya lokakarya ini adalah untuk meningkatkan peran distrik sebagai sentra pelayanan pemberdayaan masyarakat kampung dan kampung adat, mempercepat pencapaian Nawa Cita III serta visi Pemerintah Kabupaten Jayapura yakni membangun dari kampung dan kampung adat dengan mempercepat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, dalam sambutannya ketika membuka acara tersebut menyampaikan, kegiatan lokakarya ini merupakan satu langkah besar dan juga satu momentum untuk menata, sekaligus menterjemahkan kebijakan Presiden RI dengan program Nawa Cita.

“Pada hari ini, kita mencoba mendekatkan Nawa Cita ke tiga dalam implementasi di daerah kita ini. Jadi, lokakarya ini berarti birokrasi atau pemerintah lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjut Bupati Mathius, pihaknya mencoba untuk menterjemahkan program Nawa Cita, yang telah digagas oleh Presiden dengan cara membangun Indonesia itu dimulai dari pinggiran, desa dan daerah tertinggal serta terluar.

“Ini yang kita coba untuk menterjemahkan hal tersebut. Supaya tidak hanya menjadi wacana saja. Tetapi, pemerintah harus peka, memahami dan mengakui bahwa kebijakan itu benar adanya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya Distrik Sebagai Sentra Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, menjelaskan, maksud dari kegiatan lokakarya yang dilaksanakan ini adalah untuk mempersiapkan distrik sebagai sentra pemberdayaan masyarakat melalui penyerahan kewenangan kepada distrik untuk melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta pelayanan pada publik.

Lanjut Abdul Rahman Basri, dengan menempatkan distrik sebagai sentra atau pusat pelayanan, pusat informasi, pusat pembangunan dan pusat pemberdayaan masyarakat kampung serta kampung adat.

“Maka peran distrik sebagai sentra pelayanan pemberdayaan masyarakat kampung dan kampung adat, akan lebih mempercepat pencapaian Nawa Cita III serta visi Pemerintah Kabupaten Jayapura yakni membangun dari kampung dan kampung adat dengan mempercepat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Serta mempercepat pencapaian visi ‘Jayapura Baru’ yaitu berkualitas, sejahtera, ramah dan berkelanjutan,” jelasnya.

Diketahui,Lokakarya itu juga dihadiri Kepala Inspektorat Kabupaten Jayapura Edi Susanto, para narasumber dari Departemen Dalam Negeri RI, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua, Prof. Akbar Silo mewakili Rektor Uncen, para Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Jayapura dan para peserta yang terdiri dari 58 orang Kepala Kampung dari 4 Kampung Model, para Pimpinan Dewan Adat Suku (DAS) dari 9 Wilayah Adat, 19 Kepala Distrik serta OPD dilingkup Pemkab Jayapura.