Pasific Pos.com
Papua Selatan

LMA Diminta Susun ‘Rambu’

MERAUKE,ARAFURA,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze,SE,M.Si meminta kepada Lembaga Masyarakat Adat (LMA) untuk bisa menyusun rambu-rambu, yang bisa menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun sebuah pekerjaan yang berkaitan dengan akan pemanfaatan hak ulayat, tuan dusun dan tuan marga.

“Jangan sampai faktor non teknis lebih mahal dari teknis. Disusun rambu-rambunya, kalau ada pekerjaan-pekerjaan di wilayah apa saja di 20 distrik,”ujar Bupati di sela-sela arahannya dihadapan para pengusaha di Ruang Pertemuan Kantor Bupati, Kamis (28/6).

Menurut Bupati, apa yang terjadi di Distrik Naukenjerai itu menjadi patokan dimana pekerjaan hanya empat ratus lima puluh juta, tetapi jika ditotal semua biaya hampir satu milyar. Maka, jika sudah disusun rambu-rambunya pemerintah ketika menunjuk pekerjaan di wilayah tersebut tidak terjadi kendala. Apalagi yang menyangkut dengan Dana Alokasi Umum (DAK).

“DAK ini kalau kita tidak laksanakan dengan baik, dan waktunya terlambat, sudah difinalti, dikurangi dananya, tidak dipercaya lagi,”ujar Bupati.

Karena itu, Bupati kembali berharap jika ada pekerjaan pemerintah di suatu wilayah semua komponen penerima manfaat dari pekerjaan itu harus seiya sekata serta sepenanggungan. Jika itu telah dilakukan, maka semua yang ada dalam ‘orkesra’ pembangunan itu bisa harmoni. Sebagai contoh, jika akan memanfaatkan tanah timbun atau hutan di sekitar lokasi pekerjaan bisa dilakukan dan dikomunikasikan dengan baik.