Pasific Pos.com
Papua Tengah

Leo Kotouki Nilai Dana Otsus Papua Tak Tepat Sasaran

NABIRE – Kepala Suku Mee Wilayah Paute Selatan, Leo Kotouki, menilai dana Otsus Papua tidak pada (tepat) sasaran yang diharapkan oleh rakyat Papua, karena di kampung-kampung sampai kini masih bersifat primitif belum ada perkembangan dan kemajuan pembangunan di lima bidang, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, infrastruktur dan iman dan taqwa.

Ditemui media belum lama ini di Nabire di salah satu pondok, Leo menegaskan, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Papua yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah Provinsi Papua dan di masa Gubernur Lukas Enembe, SH,.MH dan Wakil Gubernur Klemes Tinal, SE.,MM, sudah merubah regulasinya. Lalu dana Otsus 80% realisasikan kepada seluruh kabupaten/kota di Papua dan 20% untuk provinsi. Namun kini saatnya juga di kampung-kampung atau dusun masyarakat Papua masih bersifat primitif belum ada perkembangan kemajuan pembangunan di lima bidang tersebut.

Kepala Suku perbatasan Suku Mee dan Kamoro Selatan dengan tidak merasa jenuh untuk mempertahankan hak wilayah Sumber Daya Alam (SDA) yang begitu melimpah ini, namun dana Otsus dapat dinikmati oleh pejabat petinggi di Provinsi Papua, sehingga rakyat tidak merasakan dana besar yang diberikan pemerintah pusat itu sehingga kini rakyat masih bingung karena realita di kampung dan dusun belum ada kemajuan pembanguan.

Menurutnya lagi, kehadiran Otsus ini untuk memperkaya dan mencari modal bagi orang non Papua yang mendiami diatas tanah yang diberkati oleh Tuhan nyata dan jelas yakni seperti perusahaan raksasa PT. Freeport Indonesia ada di Papua, Petrolin Minyak di Bintuni, perusahaan illegal login dimana-mana, perusahaan kelapa sawit yang terus diberikan izin oleh pemerintah demi menambah kekayaan bagi mereka.

Kehadiran pemerintah sebagai wakil Allah di suatu daerah semestinya harus bangun rakyat dari berbagai sigi supaya rakyat Papua dapat sehat dan menikmati hasilnya betul-betul merasakan kehadiran dan pemberian Otsus itu. “Siapapun dia kalau dia bekerja jujur diatas tanah ini dia akan melihat satu tanda heran ke tanda heran yang lain. Hal itu diungkapkan oleh penginjil pertama Ottow dan Gesler yang menginjak di Mansinam Manokwari Papua Barat,” pungkasnya.(modes)