Pasific Pos.com
Headline

Legislator : Tim LUKMEN dan JOSUA Stop Provokasi Situasi di Medsos

BMD : Kapolda Segera Ambil Langkah Bentuk Tim Cyber

 

 

Jayapura, – Anggota Pansus Pilgub DPR Papua, Boy Markus Dawir (BMD) meminta kepada masing-masing tim sukses pasangan, baik tim sukses LUKMEN maupun tim sukses JOSUA agar tidak saling menjatuhkan di media sosial (Medsos), apalagi untuk memprovokasi.

Menurut BMD, sebaiknya kedua tim sukses ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kedepannya apa yang harus dilakukan oleh calon gubernur pada lima tahun ke depan setelah terpilih.

“Jangan saling serang dengan isu yang menyesatkan, karena ini sangat berbahaya, kami juga sudah minta kepada Kapolda Papua segera ambil langkah agar bisa bentuk unit Cybernya, “ kata Boy kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/1/18).

Boy mengungkapkan, jika pihaknya sudah membicarakan hal ini kepada Kapolda dan nanti dari Pansus Pilgub DPR Papua bersama-sama dengan Polda dan juga dewan TI Provinsi Papua untuk kita kerja sama dalam rangka mengawasi seluruh pemberitaan terutama di Medsos yang hampir setiap hari di Faceebok antara tim sukses satu saling serang di Medos.

“Ini kan kita hanya punya dua bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang maju, sehingga wajib kita baik sebagai anggota DPR maupun di Pansus Pilgub, meminta kepada dua tim pasangan calon ini untuk berhenti saling singgung di Medsos, “ tandasnya.

Menurut legislator Papua ini, silahkan gunakan Medsos tapi harus dengan cara-cara yang baik, sopan, beretika dan benar. Jangan pakai cara-cara yang tidak bermartabat untuk mau memprovokasi situasi.

Apalagi kata BMD, ada yang menjadi kewenangan dalam tahapan Pilgub ini yaitu dokumen data yang memang harus disiapkan untuk didaftarkan di KPU kemudian mengikuti tahapan sampai dengan ditetapkan. Dan ada yang merupakan ranah hukum yang dikerjakan oleh pihak penegak hukum dalam hal ini Polda, Kejaksaan dan Pengadilan.

“Jadi jangan kita provokasi situasi, misalnya itu ranahnya kepolisian atau penegak hukum, nah itu silahkan saja Polisi yang urus disana, jangan lagi mau membuat ribut di Medsos yang akhirnya antara kubu yang satu dengan kubu satunya pada bentrok, “ ujarnya.

Namun kata Boy Dawir, ini yang diupayakan untuk menghindari masalah itu, karena sampai dengan hari ini masih saja saling serang antara tim dari kedua pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Saya kira diatasnya kita lihat pada kedua tim yang ada ini baik Pak Lukas Enembe dan Klemen Tinal maupu Wempi Watipo dan Habel Melkias Suwae, justru mereka ini aman-aman saja, tidak ada gerakan-gerakan saling menyerang. Kok tim-tim sukses ini yang bikin suasana jadi kacau dan bikin gerakan tambahnya yang terlalu tinggi, “ ketus Boy Dawir.

Untuk itu, kata Boy, kedepannya ini harus dijaga dengan baik, Pilgub Papua harus berjalan sesuai tahapan dan harapan rakyat, dan dapat terlaksanakan hingga selesai dengan aman.

“Sehingga kita dapatkan gubernur yang baru tanpa ada bentrok fisik kiri kanan. Ini yang harus kita jaga, “ imbuhnya.

Oleh karena itu, Boy Dawir mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalannya Pilgub ini. Terutama kepada aparat kepolisian yang tugasnya menjaga keamanan.

“Kalau melihat unsur-unsur seperti itu dan sangat mencurigakan, secepatnya ambil langkah untuk diblokir akun Medsosnya. Di Polda Jawa Timur sudah bagus, mereka blokir sekian ratus akun FB yang menjurus kepada bentrok. Nah, kenapa kita tidak bisa melakukan itu. Apalagi oknum pengguna FB ini kan ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, “ tukasnya.

Menurut Boy Dawir, ini yang harus pihak Polda segera ambil langkah untuk blokir oknum-oknum tersebut. Tapi kita harapakn Pilkada di Papua ini tetap berjalan baik, aman, lancar dan tidak ada korban jiwa.

Dengan adanya Tim Cyber kata Thomas, laporan-laporan masuk di polisi akan berkurang. Tapi, sampai hari ini info yang kami dapatkan baru satu laporan.

“Ada satu saudara kita yang berbau SARA dan mungkin kita sudah tahu semua inisialnya IA yang sudah dilaporkan di Polda Papua. Nah ini harus segera pihak polisi tindak lanjuti supaya jangan berdampak. Karena kalau berdampak sudah pasti berbahaya.

Thomas Sondegau menambahkan, jika kedepannya akan terjadi pertikaian dan saling baku pukul atau bahkan perkelahian terjadi antar kampung. Untuk itu ini harus dihindari. Calon gubernurnya aman-aman saja, tapi kamu tim sukses yang di bawah sibuk, apa kalian mau jadi korban?, “ tutup BMD. (TIARA)