Pasific Pos.com
Headline

Legislator : Musim Pilkada Susah Temukan Media yang Independen

Kadepa : Media Yang Netral Bisa Dihitung Dengan Jari

 

 

Jayapura, – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menilai peran media massa sangat besar pengaruhnya di musim-musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti ini, dan sudah banyak media yang mengkotak-kotakan calon kandidat.

Apalagi kata Anggota Komisi I DPR Papua ini, jika media tersebut milik salah satu kandidat tertentu. Sehingga dalam pemberitaannya terkadang tidak memberikan porsi yang sama kepada calon kandidat lainnya.

“Saya lihat seperti Presiden Jokowi, beliau ini menang karena media dan di Papua juga tidak luput dari itu. Nah, disini tidak sedikit media sedang bermain. Artinya jarang sekali saya temukan media yang independen dan netral, “ kata Laurenzius Kadepa kepada Pasific Pos di Jayapura, Kamis ( 18/1/18).

Meskipun lanjut Kadepa, masih ada media yang independen juga netral. Tapi itu hanya hanya sebagian kecil saja. bahkan media yang netral ini bisa dihitung dengan jari. Apalagi di musim Pilkada Gubernur, Bupati, Walikota juga DPR.

“Di sini, dua pasangan kandidat ini punya media masing-masing. Dan Saya lihat Harian Pagi Papua (HPP) dalam pemberitaannya selalu mengangkat berita JWW-HMS. Terus Koran WONE beritanya juga selalu mengangat berita LUKMEN, “ ungkapnya.

Menurut Politisi Partai NaDem ini, masyarakat sudah tahu akan hal itu. Namun tidak salah juga, yang penting di tengah-tengah pemberitaan para calon ini, harus ada media netral yang menetralisir semua.

“Sehingga media netral ini yang memberikan satu pendidikan politik dan itu bisa menjadi referensi masyarakat. Jadi harus ada media independen yang betul-betul netral di tengah-tengah dalam pemberitaan ini, “ tandasnya.

Menurut Laurenzus Kadepa, tidak salah kalau kandidat pakai media sebagai alat politik. Hanya saja harus ada satu media yang benar-benar beritanya netral yang dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

“Media yang backingannya kandidat tertentu, sudah pasti dia akan bicara yang lurus-lurus saja meskipun mungkin ada celahnya juga, bahkan dalam pemberitaannya sering menjatuhkan lawannya demi obsesi dari salah satu calon yang menjadi pilihan bagi media tersebut, “ ujarnya.

Untuk itu kata Kadepa, di sini sangat penting kehadiran media independen dan netral dalam pemberitaan. Karena di Indonesia tidak ada partai yang gratis.

“Itu masyarakat makin sadar bahwa di Indonesia tidak ada Partai yang gratis. Makanya jika terjadi korupsi, kita maklumi saja karena korupsi itu untuk membayar Partai pada akhirnya, “ ketus Kadepa. (TIARA)