Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Layanan Kesehatan Sempat Terhenti, Ini Penjelasan Kadinkes Waropen

Layanan Kesehatan waropen
Marthinus Sararawani, S.Pd

Waropen – Palayanan kesehatan di kabupaten Waropen pada waktu belakangan ini sempat tidak berjalan, ditutupnya beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di daerah Waropen menimbulkan kekecewaan dan kecemasan Warga yang hendak berobat tidak mendapatkan pertongan medis.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen Marthinus Sararawani, S.Pd saat di konfirmasi awak media Kamis (7/5/2020) menyampaikan, bahwa adanya penutupan Puskesmas sementara, akibat belum tersedianya fasilitas Alat Pelindung Diri (APD) sebagai penunjang perlindungan diri para petugas kesehatan dalam mengantisipasi penularan Covid-19 yang dimungkinkan terbawa oleh pasien.

“Palayanan sempat terkendala karena kami tidak mau mengambil resiko dengan mengorbankan tenaga medis yang belum dilengkapi APD, kita lihat di Jakarta saja Dokter yang sudah mengunakan APD masih tetap dapat terpapar Virus Corona, apalagi petugas kita yang belum memiliki APD, jadi saya tidak mau mengorbankan petugas kita yang sangat terbatas ini,” ucapnya.

Untuk saat ini, Marthinus menyebutkan, bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas sudah mulai berjalan memberikan pelayanan kepada masyarakat, dimana pada setiap Puskesmas telah dibuatkan sekat pelindung plastik dibeberapa ruang Puskesmas, ini dilakukan agar pasien dengan petuggas medis tidak terjadi kontak langsung sebelum mengetahui riwayat penyakit dan perjalanan pasien. Namun teknis penanganan pasien mengalami perubahan seperti halnya penanganan UGD dan Rawat Inap yang saat ini dipusatkan di Puskesmas Waren yang sebelumnya di Puskesmas Ureifaisei.

” Setelah kita melengkapi APD dengan Keterbatasannya, Petugas kesehatan saat ini sudah melakukan pelayanan kepada masyarakat, tetapi untuk UGD dan Rawat inap kita Pusatkan di Puskesmas Waren karena petugas kita terbatas dan harus bertugas juga di Gugus Tugas Covid-19,” ungkapnya.

Lanjut Marthinus, untuk tenaga dokter di kabupaten Waropen saat ini sangat terbatas keberadaannya, Ia menyebutkan bahwa hanya ada delapan Dokter yang bertugas,dimana enam diantaranya merupakan dokter Umum sedangkan dua lainnya Dokter Gigi.

Terkait banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan lewat media sosial, mantan Kepala Kesbangpol ini minta supaya setiap postingan yang tidak berdasar tidak serta-merta dibagikan di media sosial, tatapi lebih baik ditanyakan langsung kepada petugas maupun mendatangi pos kesehatan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya berharap kalau ada masyarakat yang ingin bertanya atau mengetahui informasi layanan kesehatan baiknya datang langsung ke posko Covid-19 di Nonomi kita siap melayani 24 Jam, kalo lewat media sosial tidak menyelesaikan masalah,” tutupnya.

Berikut Call Center Covid-19 dan layanan kesehatan secara umum Kabupaten Waropen, 085398106667, 085394599504, 085244602717, dan 085254088233. (af)

Artikel Terkait

Dibawah Bayang-Bayang Covid-19, Ini Tanggapan Persewar Terkait Kompetisi Yang Akan Dilanjutkan

Afrans

Pemerintah Kab Waropen Sambut 172 Warganya dan 6 Warga Nabire Dari Jayapura

Afrans

KM.Chantika Lestari 77 Yang Angkut Ratusan Warga Waropen, Tiba di Pelabuhan Pidemani Waren

Afrans

Hasil Pemeriksaan TCM RSUD Serui Diduga Bocor, Keluarga Pasien Protes

Afrans

Hasil LABKESDA Provinsi Papua Terhadap Kasus Positif dan OTG di Waropen Negatif

Afrans

Tindak Lanjuti Intruksi Bupati Waropen, Pabung Kodim 1709 YAWA Meninjau Pos Covid-19

Afrans

Bupati Waropen Keluarkan Intruksi Pembatasan Aktivitas Warga

Afrans

Satu Warga Positif Covid-19, Pemda Waropen Berlakukan Pembatasan Waktu Aktivitas

Afrans

147 KK di Kampung Batuzaman Terima BLT- DD 1,8 Juta

Afrans