Pasific Pos.com
Papua Barat

Latihan Dasar untuk Membangun Integritas Calon ASN

Manokwari, TP – Latihan dasar (latdas) bagi para calon ASN jajaran Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat diharapkan membangun integrittas moral dan kepribadian yang unggul dari para peserta. Oleh karena itu, parapeserta latdas harus bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan tersebut.

Hal itu ditegaskan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, Agus Soekono ketika membuka kegiatan Pelatihan Dasar dan Penandatanganan Piagam Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK/WBBMdi Lingkungan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat di Badan Pengembangan SDM Provinsi Papua Barat, Rabu (27/6).

Agus Soekono mengatakan, ASN sebagai unsur utama SDM mempunyai peranan yang menentukan dalam mencapai keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok ASN yang mampu memberikan peranan tersebut adalah ASN yang profesional dan memiliki kompetensi di bidang tugasnya, yaitu keahlian, keterampilan dan berintegritas serta setia dan taat kepada negara, bermoral, bermental baik, sadar akan tangung jawab sebagai pelayan publik dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Latdas yang diselenggarakan ini diharapkan akan membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karaakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, serta memperkuat profesionalisme dan kompetensi bidang tugas,” ujarnya. 

Dia mengemukakan, latdas kini hanya diikuti satu kali saja oleh calon ASN dengan masa percobaan satu tahun. Hal itu berbeda disbanding masa lalu yang masih memberikan kesempatan selama dua tahun masa percobaan untuk menjadi ASN.

“Tentu ini hal baru yang harus disikapi bersama, baik ASN maupun para pelaksana tugas di Kementerian Hukum dan HAM di Papua Barat untuk dapat mempersiapkan calon ASN dapat mencapai target satu tahun sudah dapat memperoleh status sebagai ASN,” tegasnya.

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh peserta latdas calon ASN untuk selama mengikuti pendidikan dan pelatihan bersungguh-sungguh, selalu bersemagat, harus mempunyai tanggung jawab dan disiplin tinggi karena sekali lagi calon ASN hanya berkesempatan mengikuti satu kali pelatihan dasar ini.

“Ini kesempatan yangharus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi tunas pengayoman bila ingin meraih status sebagai ASN. Saya tidak bisa membayangkan kalau nanti ada yang tidak lulus, tapi sesuai harapan ketua panitia, semoga dari 176 peserta ini semuanya lulus,” katanya.

Dia menambahkan, bila ada calon ASN yang tidak lulus dalam latdas, maka bukan saja calon ASN tidak lulus saja yang kecewa. Dirinya selaku pimpinan Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat juga pasti akan ikut kecewa.

“Saya selaku pimpnan tentu akan ikut sangat kecewa kalau seandainya ada yang tidak lulus. Tapi saya berkeyakinan, dari hasil, riwayat proses-proses untuk menhasilkan tunas-tunas pengayoman kami percaya semua peserta ini akan dapat melalui kegiatan latdas ini  dengan baik dan juga memperoleh hasil yang terbaik bagi jajaran Kanwil Hukum an HAM Papua Barat” tandasnya.

Ketua panitia kegiatan, Sirajuddin menjelaskan, latihan dasar tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi keprofesionalan dan etika ASN sesuai dengan kebutuhan Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, latihan dasar digelar untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa, memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoma, dan pemberdayaan masyarakat. Di samping itu, untuk menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

“Sasaran kegiatan ini adalah terwujudnya ASN yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi ASN,” sebutnya.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 27 Juni hingga 31 Juli mendatang di dalam kelas. Selanjutnya pada 2 Agustus-6 November para peserta akan melakukan praktik di UPT jajaran kanwil Hukum dan HAM Papua Barat, serta mengikuti ujian akhir yang dilaksanakan pada 8-10 November mendatang.

Peserta kegiatan sebanyak 176 orang, terdiri dari golongan II sebanyak 143 orang dan golongan III sebanyak 33 orang. Para peserta tersebut terdiri atas 18 orang untuk Lapas Kelas IIB Manokwari, 20 orang untuk Lapas Kelas IIB Sorong, 18 orang untuk Lapas Kelas IIB Fakfak, LPKA Kelas IIA Manokwari sebanyak sembilan orang, LPP Kelas III Manokwari 28 orang, dan Rutan Kelas IIB Bintuni sebanyak 50 orang.

Selain itu, untuk Kanim Kelas II Manokwari sebanyak empat orang, Kanim Kelas II Sorong sebanyak 11 orang, Bapas Kelas I Manokwari sebanyak 10 orang, dan Bapas Kelas I Sorong sebanyak delapn orang.

Acara pembukaan latihan dasar itu dirangkai dengan Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK/WBBMdi Lingkungan Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat. Pada kesempatan itu dibacakan pernyataan sikap dan penandatangan pakta integritas oleh para kepala UPT di jajaran Kanwil Hukum dan HAM Papua Barat. (CR44)