Pasific Pos.com
Papua Selatan

Langkah Sang Desainer Disambut Positif

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Sekolah SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke, Drs.Kiko Alosysius menyambut baik langkah yang dilakukan oleh seorang desainer bertaraf internasional, Shasa Yoan Davies untuk merekrut siswa siswi di sekolah tersebut menjadi modelnya pada pagelaran fashion show akbar di Bulan April mendatang. Apalagi sosok desainer yang satu ini adalah alumni sekolah yang ia pimpin sekarang bahkan pernah menjadi muridnya beberapa tahun silam.

Oleh sebab itu selaku kepala sekolah pihaknya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh mantan anak didiknya itu. Sosok Shasa sendiri dikenal sebagai murid yang periang dan sangat supel dalam bergaul. Ia mempunyai banyak teman dan sewaktu duduk di kelas IPS ia termasuk anak yang sangat aktif di kelas. Rasa bangga juga ia ungkapkan karena sang mantan murid diketahui tengah fokus mengangkat budaya Papua agar bisa go internasional melalui batik-batik rancangannya.

Menurutnya, Shasa sudah sering mengunjungi sekolahnya guna bersilaturahmi dan menyapa para guru. Jadi yang bersangkutan tidak hanya datang di saat ada penjaringan model saja karena desainer tersebut memang tidak pernah melupakan sekolah tempat ia menghabiskan masa-masa SMA dahulu. “Apa yang dilakukan Shasa sangat positif karena yang dipilih adalah anak-anak lokal dari daerah ini, baik yang putra daerah maupun yang peranakan.

Pihak sekolah jelas sangat mendukung karena dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Papua agar berani tampil,”terang Kiko saat ditemui ARAFURA News di ruang kerjanya, Sabtu (3/3) lalu. Ia menjelaskan, seleksi yang dilakukan pihak Shasa sangat detil dengan memperhatikan postur tubuh siswa, bentuk tubuh dan hal-hal penting lainnya sehingga berhasil terpilih sebanyak 4 orang yang terdiri dari 2 siswi dan 2 siswa.

Ke depan jika sang desainer akan kembali merekrut model di sekolah ini pihaknya akan tetap mendukung sepanjang apa yang dilakukan bernilai positif serta mampu mengembangkan bakat siswa dalam dunia mode khususnya bakat anak-anak Papua.

Sebagai guru, ia merasa bangga memiliki anak didik yang berhasil ditambah lagi Shasa Yoan Davies mampu menjalin komunikasi yang baik dengan para guru. Meskipun sudah cukup lama stay di luar negeri namun ia tidak pernah lupa dengan sekolahnya.

Besar harapan saat reuni akbar Oktober nanti sang mantan murid ini bisa hadir namun ternyata Shasa sudah mempunyai jadwal yang cukup padat di Australia. Bahkan tidak hanya itu, ia juga berharap suatu saat nanti sang desainer bisa hadir secara khusus menyampaikan motivasi, berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa agar bisa menjadi sosok yang sukses seperti dirinya.