Pasific Pos.com
Papua Tengah

Langgar UU LLAJ, Sesuai Atensi Dirlantas Konvoi Bola Dilarang

NABIRE – Kepolisian Resor (Polres) Nabire melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) melarang para pendukung sepak bola piala dunia tahun ini untuk melakukan pawai atau konvoi di jalan raya (umum) apalagi sampai ugal-ugalan dan berlebihan.

Ketika tetap dilakukan, pihak Satlantas akan melakukan penertiban bahkan membubarkan konvoi tersebut. Hal ini seperti terang Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, S.Ik, diwakili Kasat Lantas, Iptu Julkifli Sinaga, S.Ik, ketika dikonfirmasikan media ini sore kemarin.

Dijelaskan, pelarangan, himbauan dan penindakan tersebut sesuai petunjuk dan atensi dari Dirlantas Polda Papua, karena aksi konvoi pendukung sepak bola dunia ini terkesan tidak tertib, ugal-ugalan dan banyak mengganggu kegiatan orang lain terutama pengguna jalan lainnya.

Mantan KBO Satlantas Nabire ini menegaskan, dasar hukum penindakan tersebut, yakni Pasal 283, UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). ‘Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00’.

“Secara tidak wajar dapat diartikan ugal-ugalan dan melakukan kegiatan lain seperti mengibarkan bendera yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara tersebut dan dapat membahayakan pengendara tersebut maupun pengendara lainnya karena dapat mengganggu keseimbangan pengendara,” urainya.

Oleh karena itu, mewakili Kapolres dirinya tidak akan lagi memperbolehkan dan mengijinkan aksi konvoi bola dilakukan, walaupun ada permohonan ijin resmi ke pihak Satlantas Polres Nabire.

“Kedepannya saya tidak akan ijinkan lagi kegiatan konvoi bola walaupun mereka menyurat secara resmi, karena sudah menjadi penekanan dan atensi dari Dirlantas Polda Papua, dan giat pembubaran konvoi ini sudah dan masih terus dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Papua,” bebernya.

Imbuhnya, untuk di Jayapura, Sentani, Merauke, Serui dan Mimika, sudah ada penindakan tegas berupa pembubaran dan penilangan kepada pelaku konvoi. “Saya berharap kedepannya tidak ada lagi konvoi bola, saya juga menghimbau kepada warga Nabire untuk tidak melaksanakan konvoi lagi, karena sangat menggangu ketertiban umum dan membahayakan pelaku konvoi dan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.(wan)