Pasific Pos.com
Papua Barat

Lahir di RSUD Manokwari, Anak akan Langsung Dapat Akta Kelahiran

Manokwari, TP – Pencatatan kelahiran merupakan dasar dari pengakuan negara atas keberadaan seseorang. Pencatatan kelahiran memberikan bukti yang penting serta memiliki kekuatan hukum yang sempurna atas jati diri seseorang. Selain itu, sebagai bukti awal kewarganegaraan dan identitas diri pertama yang dimiliki anak.

Tak hanya itu, kegunaan akta kelahiran juga sebagai salah satu prasyarat untuk bersekolah bagi anak, pembuatan KTP dan kartu keluarga, untuk melamar pekerjaan termasuk menjadi anggota TNI dan Polri, menggunakan hak pilih, pengurusan hak waris, pembuatan paspor, melaksanakan perkawinan, serta pembuatan SIM dan sebagainya.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berupaya memenuhi hak-hak anak, salah satunya pemenuhan hak identitas anak melalui pemberian akta kelahiran. Hal itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan RSUD Manokwari tentang penerbitan akta kelahiran di rumah sakit. Hal itu dengan harapan begitu lahir anak mendapatkan akta kelahiran atau Bela Nanda.” ujar Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan ketika melaunching program Begitu Lahir Anak Mendapatkan Akta Kelahiran (Bela Nanda) di RSUD Manokwari, Rabu (4/7).

Melalui program Bela Nanda, kata dia, setiap bayi yang baru lahir difasilitasi kesehatan baik di RS, Puskesmas, maupun Polindes akan dibantu pengurusan akta kelahiran melalui petugas yang ditunjuk secara khusus.

Hal itu merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Ke depan, program ini dimonitor secara baik dan perlu dievaluasi oleh instansi terkait.

Launching program Bela Nanda, kata dia, membuktikan keseriusan dan komitmen serta kepedulian pemda menjawab misi Pemkab Manokwari dalam bidang pelayanan kesehatan secara langsung dan terbaik serta bermanfaat kepada masyarakat.

Namun pelayanan ini tidak akan berjalan baik sesuai dengan harapan tanpa campur tangan semua pihak, terutama masyarakat Manokwari dalam upaya mewujudkan angka cakupan akta kelahiran target nasional tahun 2019 sebanyak 85 persen.

Menurutnya, Pemkab Manokwari harus terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Namun kami juga berharap masyarakat sadar dan bertanggung jawab untuk melengkapi semua persyaratan bila ingin prosesnya cepat dalam mendapatkan akta kelahiran untuk anak” ujarnya.

Dia menuturkan, program Bela Nanda bermula dari pikirannya bahwa begitu anak lahir di rumah sakit langsung mendapatkan akta kelahiran. Sebab jika tidak, akta kelahiran baru akan diurus bila dibutuhkan

“Oleh karena itu, saya panggil kepala dinas dan direkur RSUD untuk menerapkan proram ini yang dimaksudkan supaya begitu anak lahir dan keluar dari rumah sakit, akta kelahiran ikut keluar, sehingga saat dibutuhkan administrasinya sudah siap. Saya harap apa yang dilakukan hari ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Manokwari,” tukasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manokwari, Yoseph Isir mengatakan, memenuhi hak anak, salah satunnya dengan hak identitas anak, melalui pemberian akta kelahiran. Untuk itu, Dispenduk dan Capil bekerja sama dengan RSUD Manokwari menandatangani MoU tentang penerbitan akta kelahiran di rumah sakit, sehingga begitu anak lahir langsung mendapatkan akta kelahiran.

“Penandatanganan MoU ini sangat penting bagi percepatan pemberian akta kelahiran anak di Kabupaten Manokwari. Sebab tanggung jawab ini tidak hanya pada institusi pengelola, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Menurut laporan dari RSUD Manokwari, katanya, anak yang dilahirkan di rumah sakit kurang leih 200 anak dalam sebulan. Sementara laporan untuk pembuatan akta kelahiran anak setiap bulan hanya sekitar 10 orang.

“Kalau dilihat, di Papua ini kita orang Papua kenapa tidak cepat urus akta kelahiran karena faktor adat sangat terikat, harus urus mas kawin dulu. Ini tradisi kita orang Papua, sehingga banyak yang lahir di rumah sakit tetapi yang datang lapor untuk urus akta kelahiran sangat sedikit. Oleh sebab itu, ini merupakan salah inovasi. Bupati berikan petunjuk, sehingga dispenduk dan RSUD bekerja sama supaya masyarakat punya dokumen kelahiran karena ini sangat penting,” katanya.

Di laporan pembuatan akta kelahiran di Dispenduk dan Capil, lanjutnya, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum peduli sedini mungkin membuat akta kelahiran, sehingga baru mengurusnya bila dibutuhkan seperti saat anak masuk sekolah dan urusan penting lainnya. Padahal, sesuai ketentuan UU, 60 hari sejak anak lahir sudah harus lapor ke dispenduk agar diterbitkan akta kelahirannya.

“Mungkin persoalan dalam keluarga yang belum diselesaikan, status perkawinan atau persoalan adat yang belum terselesaikan. Namun pemerintah sudah sangat memudahkan dalam pembuatan akta kelahiran ini,” pungkasnya.[CR44-R3]