Pasific Pos.com
Papua Barat

KSOP Manokwari Mengklaim Penerbitan SPB Butuh 20 Menit

Manokwari, TP – Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manokwari mengklaim penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hanya membutuhkan waktu 15-20 menit. KSOP sering disebut terlambat menerbitkan SPB karena merupakan bagian akhir dalam proses penerbitan SPB.

Hal itu disampaikan Plt Kepala KSOP Manokwari, Iriance Komendong didamping Kepala Subsi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Sukirman dan Kepala Subsi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Hengky Duwiri di kantornya, Rabu (11/7).

Iriance menuturkan, ketika kapal datang ke pelabuhan, tujuannya ada dua yakni memuat atau membongkar barang. Dengan demikian, ketika pihak kapal memasukkan surat permohonan SPB di loket, langsung diteruskan ke pimpinan dan tinggal pimpinan membuat disposisi ke bidang yang bertanggung jawab.

“Kalau sudah lengkap tinggal diterbitkan. Jadi SPB tidak terlambat, hanya 15 atau 20 menit sudah selesai,” tegasnya.

Sukirman menjelaskan, permintaan SPB di KSOP Manokwari meningkat sejak ada perusahaan semen di Manokwari, Papua Barat. Jika sebelumnya kapal yang masuk ke Manokwari hanya 120 kapal, kini meningkat menjadi 140 kapal per bulan.

“Peningkatan ini cukup signifikan dan pelayanan SPB kebanyakan untuk kapal kargo,” sebutnya.

Prosedur memperoleh SPB untuk kapal kargo dan kapal pelayaran rakyat (pelra), menurut dia, sama. Kecuali kapal yang berlayar ke luar negeri.

“Soal kendala yang sering dijumpai dalam pengurusan SPB, kalau permohonan biasanya langsung masuk di loket dan langsung disaring, sehingga begitu tidak lengkap berkasnya langsung ditolak untuk lengkapi. Yang sering ditemukan sebagai kendala, adalah sertifikat yang kadang ada yang sudah expired, itu kan harus masukkan permohonan untuk diperiksa lagi kelaikan kapalnya. Jika kapalnya laik untuk berlayar baru menerbitkan sertifikatnya. Jadi itu yang biasa agak lama karena kita harus ceck list,” katanya.

Sementara untuk penerbitan SPB sendiri, menurut dia, singkat karena SPB diterbitkan setelah semua berkas lengkap. “Jadi cetak SPB setelah di subsi lain sudah lengkap, jadi butuh waktu paling 20 menit sudah terbit SPB,” ujarnya.

akan tetapi, kata dia, justru KSOP sering disoroti karena penerbitan SPB terlambat. Padahal, menurutnya, KSOP merupakan bagia terakhir, sehingga sering disorot jika penerbitan SPB terlambat.

“Padahal kadang di kesehatan pelabuhan karena terkait dengan bagian lain. Biasanya dari kesehatan pelabuhan dulu baru ke KSOP,” katanya.

Oleh karena itu, di lapangan dirinya sering menyampaikan bahwa penerbitan SPB di KSOP tidak memakan waktu. Namun karena KSOP merupakan bagian terakhir, sehingga sering disoroti terlambat menerbitkan SPB.

“Padahal mungkin di subsi lain ada yang kendala kami pasti terlambat juga, kadang dari instansi lain terlambat kami juga yang terlambat, jadi berkaitan satu sama lain, kalau hanya untuk SPB dijamin 20 menit selesai,” tandasnya. (CR44)