Menu

Line 1

Tidak Terima Motor Ditahan Polisi, Pasutri Di Parangi

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 
Korban
Sri rahayu (50) warga kertosari kampung Sabron Sari distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura, saat mendapatkan perawatan medis.

 

JAYAPURA,- Tidak terima motor di tahan Polisi, lantaran terlibat kasus pemalakan, pria berinisial JA alias YA, aniaya Pasangan suami istri mengunakan sebilah parang, dimana kedua korban masing-masing  yakni I Made Muliana (50) dan Sri rahayu (50) warga kertosari kampung Sabron Sari distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura,  Minggu (14/5).


 Dari kejadian ini kedua korban mengalami luka cukup serius lantaran sabetan benda tajam dimana korban Sri Rahayu mengalami luka pada bagian Kepala, mata kiri terdapat luka robek, di sela tangan kiri dan di jari tangan kiri terdapat luka robek , sedangkan  I Made Muliana mengalami luka pada bagian Kepala, dahi sebelah kiri, bibir  dan jempol tangan kiri  hamper putus lantaran sabetan parang oleh pelaku.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.kamal ketika di konfirmasi membenarkan penganiayaan yang menimpa pasangan suami istri  lantaran pelau tidak terima motor miliknya disita oleh anggota Polres Jayapura karena terlibat kasus Pemalakan dan Penganiayaan.
 Dirinya menuturkan kronologi  kejadian  tersebut bermula ketika pelaku JA alias YA masuk kedalam rumah milik korban dan bersembunyi di balik meja makan, saat di ketahui oleh korban Sri Rahayu (50) kemudian pelaku langsung menyerang korban mengunakan sebilah parang  sambil mengatakan "Saya punya motor Polisi sudah ambil jadi kalian bertanggung jawab, saya bunuh kalian satu keluarga" sambil mengayunkan parang kearah korban.
 Lanjut Kamal,karena mendengar ada keributan Korban I Made Muliana (50) yang saat kejadain sedang berada didalam kamar untuk beristirahat keluar untuk memastikan keributan tersebut, tanpa ada basah-basih pelaku langsung menyerang korban menggunakan sebilah parang kemudian pelaku melarikan diri.
“Kasus ini bermula dari kekecewaan Pelaku dimana motor miliknya yang berada disekitar rumah korban diamankan oleh Kepolisian karena pelaku tersangkut kasus Pemalakan dan Penganiayaan,”
 Ia menuturkan hingga saat ini kedua pelaku masih mendapatakan perawata medis di rumah sakit daerah setempat karena mengalami luka sabetan  parang yang  cukup parah.
“ kedua korban di larikan ke rumah sakit setelah mencari pertolongan ucap di aniaya oleh pelaku dan hingga saat ini korban masih berada di rumah sakit dan masih mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Sementara itu kata Kamal, hingga saat ini pihak kepolisian Resort Jayapura masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan.
“ kasus ini sudah dalam proses penyidikan sementara pelaku sendiri masih dalam pengejaran pihak kepolisian guna mepertanggung jawabkan perbuatannya,” jelasnya. (Ridwan)

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.