Pasific Pos.com
Papua Barat

KPU Pegaf Belum Tetapkan Jumlah Dapil

Anggi, TP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak telah menggelar tahapan uji public penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD. Tahapan ini, telah dilaksanakan mengingat pesta demokrasi pemilihan umum legislative tahun 2019 semakin dekat.

Koordinator wilayah pemilihan kabupaten Pegaf Christin Rumkabu menjelaskan setelah tahapan uji public, berikutnya akan dilanjutkan dengan penetapan daerah pemilihan (dapil) yang akan digunakan pada pemilu 2019.
Menurut komisioner KPU Papua Barat ini penetapan dapil akan dilakukan secara berjenjang, dimana hasil dari uji publik akan dibawa dalam rapat KPU provinsi dan selanjutnya akan dipresentasekan di KPU RI dan ditetapkan dalam rapat paripurna.

“Nantinya hasil penetapan itulah yang akan digunakan dalam pemilu tahun 2019 mendatang.Untuk kita di Papua Barat sudah menetapkan 5 daerah pemilihan dengan 16 parpol sebagai peserta pemilu 2019,” ungkap Christin.

Dalam uji publik oleh KPU Pegaf, terdapat 3 rancangan dapil yang ditawarkan kepada para peserta pemilu kabupaten Pegaf, dimana rancangan pertama terdiri dari 2 dapil. Dapil 1 meliputi distrik Anggi, Anggi Gida, Membey, Sururey, Taige dan Didohu dengan alokasi kursi 9. Sedangkan dapil 2 terdiri dari distrik Minyambouw, Hink, Catubouw dan Testega dengan alokasi kursi 11.

Berbeda dengan rancangan 2 yang terdiri dari 3 dapil. Dapil 1 meliputi distrik Anggi, Sururey, Taige, Membey dan Anggi Gida dengan 8 kursi. Dapil 2 meliputi distrik Hink, Minyambouw dan Catubouw dengan alokasi 9 kursi. Sedangkan dapil 3 terdiri dari distrik Didohu dan Testega dengan 3 kursi.

Sama dengan rancangan sebelumnya, pada rancangan 3 juga terdiri dari 3 dapil, namun yang membedakankanya hanyalah pengelompokan distrik, dimana dapil 1 meliputi distrik Anggi, Sururey, Taige Membey dan Anggi Gida dengan 8 kursi. Dapil 2 meliputi distrik Hink dan Minyambou dengan 7 kursi. Sedangkan dapil 3 meliputi distrik Catubouw, Didohu dan Testega dengan 5 kursi dengan jumlah pemilih di kabupaten Pegaf tercatat sebanyak 36.818 pemilih.

Pada uji public ini, Bupati Kabupaten Pegaf Yosias Saroy sempat menyoroti kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, karena jumlah data pemilih di kabupaten Pegaf tidak mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Menurut orang nomor satu di Pemkab Pegaf ini, Disdukcapil tidak jeli dalam pengambilan data penduduk secara akurat. Untuk itu, tegas Bupati dirinya akan mengevaluasi kembali kinerja Disduk Capil mengenai data penduduk agar warga Pegaf yang telah memiliki hak suara bisa terdaftar dalam DPT dan bisa menyalurkan hak berpolitiknya.

“Dari tahun ke tahun kita di Pegaf punya data penduduk sepertinya tidak ada penambahan, berarti ada yang tidak beres dalam melakukan pendataan di lapangan, terutama kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Seharusnya setiap tahun ada pertambahan penduduk, tapi data yang sekarang masih tetap seperti pemilihan kemarin,” tukas bupati dengan nada kecewa.

Dalam pemilu legislatif 2019 mendatang, ada 16 parpol di kabupaten Pegaf yang telah resmi terdaftar sebagai peserta pemilu. Namun belum diketahui berapa calon legislatif yang akan bertarung memperebutkan 20 kursi anggota DPRD Pegaf. Ke 16 parpol yang telah dinyatakan lolos verifikasi factual oleh KPU Papua Barat adalah PSI, Perindo, PDI-P, partai Garuda, Golkar, PKS, PBB, Gerindra, Hanura, partai Berkarya, Demokrat, Nasdem,PKPI, PAN dan PKB. [PGF-R3]