Pasific Pos.com
Headline

KPK Periksa 4 Panitia Proyek DED Mambramo

Johan : Pemeriksaan ini Tindak Lanjut dari Penggeledahan

Jayapura,- Paska penggeledahan rumah mantan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/9) kemarin melakukan pemeriksaan terhadap empat panitia pengadaan Detailing Engineering Design (DED) Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Mamberamo, Kabupaten Mamberamo, Papua Tahun 2009-2010 sebesar Rp 56 miliar.
Pemeriksaan terhadap ke-empat panitia pengadaan sebagai saksi ini dilaksanakan sejak pagi hari dengan meminjam salah satu ruangan di Markas Kepolisian Daerah Papua. Pemeriksaan itu berlangsung tertutup untuk media, bahkan hampir sebagian besar media di Jayapura tidak mengetahui ruangan pemeriksaan yang dipinjam KPK.
Juru Bicara KPK, Johan Budi saat dikonfirmasi menegaskan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi ini merupakan tindak lanjut dari penggeledahan di beberapa lokasi di Jayapura guna mencari barang bukti dokumen.
” Ini tindak lanjut setelah geledah adalah melakukan pemeriksaan terhadap saksi,” kata Johan melalui pesan singkatnya, Selasa (9/9).
Johan membeberkan, ke-empat saksi yang diperiksa tersebut, merupakan panitia pengadaan Detailing Engineering Design Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Mamberamo, Kabupaten Mamberamo, Papua Tahun 2009-2010.
Dua dari ke-empat saksi ini, jelas Johan,yakni Nurhayanti, Ketua Penitia Proyek Mambramo II dan Urumuka III. Kemudian, Filipus Waromi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Detailing Engineering Design Urumuka I dan Mamberamo I dan Mamberamo II.
”Ada 4 saksi dari panitia pengadaan yang sedang diperiksa, tempatnya di Markas Polda Papua,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo Hartono saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan oleh KPK di Mapolda Papua. Pemeriksaan itu, kata Pudjo, hanya sebatas saksi-saksi.
”Ya, ada pemeriksaan oleh KPK di Mapolda Papua. Tapi belum tahu persis, kalau di Polda masih saksi-saksi,” kata Pudjo saat ditanya mengenai pemeriksaan oleh KPK di Mapolda Papua, Selasa (10/9).
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu di Bhayangkara III jalan Hang Tuah nomor 99 RT.04 RW 07 Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (8/9) siang.
Selain melakukan pemeriksaan rumah mantan Gubernur Provinsi Papua, KPK juga memeriksa Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua yang beralamatkan di jalan raya Abepura, Kota Raja.
Kemudian, Kantor Konsultasi Pembangunan Irian Jaya yang beralamat di jalan Batu Karang nomor 4, RT.02 RW 07, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Penggeledahan terakhir, di rumah kontraktor, La Musi Didi, yang beralamat di jalan Jaya Asri blok F nomor 21.
Dalam penggeledahan ini, KPK menurunkan 20 penyidik dari total 27 penyidik yang dimiliki KPK. Dalam pemeriksaan mereka dibantu 20 anggota Brimob Polda Papua.
Penggeledahan itu dilakukan menyusul penetapan mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Sungai Mamberamo ini, pada 5 Agustus 2014 lalu oleh KPK.
Barnabas Suebu ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua 2008-2011 Jannes Johan Karubaba serta Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) La Musi Didi.
PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya diduga kuat melakukan penggelembungan harga proyek tersebut, hingga merugikan Negara sebesar Rp 35 milyar dari total anggaran proyek Rp 56 milyar.