Pasific Pos.com
Info Papua

KPK Dorong Pemda Kabupaten/Kota Tampilkan APBD di Website

JAYAPURA,- Pemerintah kabupaten dan kota di Papua diminta untuk mengupload atau mengunggah isi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ke dalam website-nya masing-masing.

“Kalau mau pemerintahan yang bersih, transparan dan terbuka kepada publik, sebagaimana yang diharapkan semua pihak, kami dorong Pemda di Papua tampilkan semua isi APBD masing-masing di wibsite, sehingga bisa dipantau semua pihak,” kata Koordinator Supevisi Pencegahan KPK Wilayah Papua, Maruli Tua, saat memberikan arahan pada rencana aksi pengelolaan keuangan daerah yang pada hari kedua dihadiri Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Kepala Keuangan 14 kabupaten, Jumat (23/2/18).

Ia mengatakan, sejak tahun ini, KPK sudah bersurat kepada Pemda di Papua untuk bisa diupload APBD ke website. “Kita harap nanti (dilakukan) bertahap dan bertambah tahun semua kabupaten mengupload semakin rinci,” terangnya.

Dia mencontohkan, dampak positif dari memposting APBD pada website pemerintah daerah. Dimana masyarakat dapat ikut memantau serta menyoroti perencanaan pembangunan yang bakal dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

“Sebagai contoh di Jakarta. Pemprov mau renovasi rumah dinas gubernur langsung jadi ramai (perdebatan di kalangan masyarakat dan elit politik) karena akan dibangun lift. Akhirnya pemprov dapat masukan penting (dari masyarakat),” terang dia.

Catatan lain yang tak kalah penting oleh Maruli, yakni upaya membangun satu sistem aplikasi perencanaan, penganggaran dan pengadaan yang terintegrasi di masing-masing pemerintah daerahnya. Hal demikian bertujuan untuk meminimalisir potensi penyimpangan.

Kemudian membuat standar satuan harga yang nantinya di-pergub-kan. Termasuk menyusun analisis standar biayanya. “Sebab standar satuan harga dan analistas standar biaya, itu menjadi bagian tak terpisahkan dari aplikasi e-planning dan e-budgeting yang terintegrasi. Kemudian jika semuanya ini sudah sudah tersistem dengan jaringan, maka diyakini potensi penyimpangan bisa diminimalkan,” tegasnya.