Pasific Pos.com
Info Papua

KPK Akan Kumpul Bareng Pengusaha Papua

JAYAPURA, – Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) akan kumpul bareng dengan para pengusaha yang ada di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.

Koordinator Supervisi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Papua, Maruli Tua mengatakan bahwa KPK sudah memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua dan Kota Jayapura untuk membicarakan penerimaan pendapatan daerah di Papua.

Dalam pertemuan dengan kedua instansi pengelola pendapatan daerah itu, disepakati dilakukan pertemuan atau kumpul bareng dengan para pengusaha yang akan berlangsung di Jayapura, 1 Maret 2018 mendatang.

Maruli mengatakan, KPK pada prinsipnya ingin membantu mengoptimalisasi pendapatan daerah yang dugaan kami (KPK-red) masih banyak potensi penerimana daerah yang belum tergali apalagi direalisasi.

“kita akan mulai dari Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura, secara bertahap nanti dengan Kabupaten lainnya,” ujar Maruli kepada pers di Jayapura, Senin (26/2/2018).

Selain itu, kata Maruli, dalam pertemuan nanti, KPK akan mensosialisasi dan mendorong pengusaha untuk menyelesaikan kewajibannya. Sebab, dugaan kami masih ada pengusaha yang menunggak pajaknya.

“kita mulai dari pengusaha dulu, kemudian masuk ke objek lainnyaseperti pengelolaan objek wisata maupun aset-aset pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gerson Jitmau mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Jitmau, saat ini Bapenda Papua terus berupaya untuk mencapai target PAD yang telah ditetapkan yakni Rp 1 triliun. Sementara untuk Rp 86 miliar untuk 26 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Papua.

Hal ini tentunya akan bisa dicapai sepanjang ada komitmen dari semua SKPD dalam pengelolaan sumber-sember PAD yang ada. “saya harap teman-teman serius kelola sumber PAD pada masing-masing SKPD,” ujarnya.