Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Komnas HAM Kirim Tim ke Wamena

JAYAPURA – Komnas HAM Papua mengirimkan timnya ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, guna mencari tahu kronologi maupun pemicu pecahnya kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Ramandey mengatakan, salah satu agenda tim tersebut, akan bertemu guru yang dituduhkan melontarkan kata-kata rasis.

Meski tuduhan itu dipastikan pihak kepolisian sebagai berita bohong atau hoax, Tim Komnas HAM Papua merasa perlu melakukan klarifikasi secara langsung.

“Kita akan coba bertemu dengan salah satu guru tersebut,” terang Frits lewat sambungan telepon kepada wartawan, Rabu sore.

Sementara apakah kerusuhan Wamena masuk sebagai kategori sebuah pelanggaran HAM berat, Frits katakan masih butuh penelusuran. Sehingga ia minta semua pihak untuk bersabar menunggu hasil investigasi.

“Kalau (kerusuhan Wamena disebut) pelanggaran HAM ya sebenarnya sudah demiian karena ada orang yang mati. Namun bila disebut pelanggaran HAM berat tentu masih butuhkan data lebih banyak lagi. Memang data terakhir yang dihimpun Komnas HAM Papua, jumlah korban jiwa per Selasa (24/9/2019) sebanyak 18 orang, tapi kemudian ada data terbaru lagi (dari pihak kepolisian sekitar 28 orang). Intinya tim ini akan bekerja sampai waktu yang belum ditentukan (untuk mengumpulkan data),” jelasnya.

Pada kesmepatan itu, Komnas HAM Papua menyerukan agar jangan lagi ada aksi-aksi kriminalitas seperti pembakaran yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

“Atas nama kemanusian kami minta aksi-aksi seperti ini dihentikan,” imbaunya.