Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Komisi V Pertanyakan Kualitas Pelayanan RS dan Puskesmas

Maria : Apakah Pelayanan Imunisasi Kita di Papua Sudah Maksimal?

 

Jayapura, – Wakil Ketua Komisi V DPR Papua bidang Kesehatan, Maria Duwitau mempertanyakan kualitas pelayanan rumah sakit, Puskesmas maupun puskesman pembantu (pustu, khususnya dalam hal Imunisasi di daerah terpencil di Papua.

Apalagi, hal itu berkaitan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam membebaskan satu juta anak dari ancaman Campak dan Rubella.

“Apakah pelayanan imunisasi kita di Papua, hingga ke daerah pedalaman itu sudah maksimal? Ini pertanyaan yang harus dijawab, sebelum membuat komitmen dalam membebaskan satu juta anak dari ancaman Campak dan Rubella, ” kata Maria Duwitau kepada wartawan di ruang Baleg DPR Papua, Kamis (7/6/18) kemarin.

Maria menandaskan, kalau pelayanan imunisasi saja belum maksimal, tentunya langkah dalam membebaskan satu juta anak dari ancaman Campak dan Rubella pun dipertanyakan.

Makanya tandas Maria, jangan sampai Pemprov Papua belum melakukan riset dan pendataan terkait pelayanan imunisasi hingga ke daerah terpencil, lalu mengumbar janji untuk siap membebaskan satu juta anak dari ancaman ampak dan Rubella.

“Kalau kita mengumbar janji tanpa didukung dengan pelayanan yang diberikan, itu sama saja kita melakukan pembohongan publik,” ketusnya.

Sebaliknya, lanjut Maria, kalau semua pelayanan di tingkat bawah sudah beres, bahkan hingga ke pelosok-pelosok Papua, maka itu tidak menjadi persoalan kalau kemudian kita menyampaikan komitmen untuk bebaskan satu juta anak dari Campak dan Rubella.

Untuk itu, pihaknya berharap, pelayanan imunisasi di setiap rumah sakit, termasuk pula puskesmas dan pustu di daerah terpencil dapat di maksimalkan.

Bahkan kata Maria, hal inilah yang terpenting, juga harus terus diperhatikan dengan seksama, sebelum berkomitmen dalam membebaskan satu juta anak dari ancaman ampak dan Rubella.

“Jadi prioritaskan pelayanan imunisasi hingga ke pelosok Papua, supaya apa yang dicita-citakan Pemprov dalam bebaskan satu juta anak ini bisa maksimal,” tekannya. (TIARA)