Pasific Pos.com
Pendidikan & Kesehatan

Komisi V Minta, Pemerintah Segera Tunjuk Satu Rumkit Khusus Tangani Pasien Umum

Komisi V DPR Papua
Fauzun Nihaya,S.Hi.,MH

Jayapura, – Prihatin dengan adanya kejadian penolakan lima rumah sakit terhadap korban laka tunggal Hanafi Retob (35), Komisi V DPR Papua bidang Kesehatan meminta pemerintah segera menunjuk salah satu rumah sakit (Rumkit) yang khusus untuk menangani pasien umum.

Sebab pihaknya melihat dari beberapa kejadian, pasien umum sering mendapat kesulitan ketika hendak berobat di rumah sakit, apalagi untuk mendapatkan penangan medis atau pertolongan pertama lantaran pihak rumah sakit kesannya lebih mengutamakan menangani pasien covid-19.

Apalagi dengan adanya aspirasi masyarakat Kota Jayapura yang meminta agar pemerintah menunjuk salah satu rumah sakit (Rumkit) khusus untuk menangani pasien umum, Komisi V DPR Papua akan memperjuangkan aspirasi tersebut.

Sekertaris Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihaya,S.Hi.,MH mengatakan, jika dirinya sangat setuju dengan aspirasi masyarakat Kota Jayapura yang sangat menginginkan agar adanya satu rumah sakit yang khusus menangani pasien umum. Pasalnya, sudah terjadi penolakan pasien di rumah sakit dengan alasan covid-19.

“Saya sangat setuju sekali jika pemerintah Secepatny menunjuk salah satu rumah sakit khusus untuk pasien umum, ” kata Fauzun Nihaya ketika ditemui sejumlah wartawan di ruang rapat Komisi V DPR Papua, Rabu (24/6).

Selain itu lanjut Politisi Partai NaaDem itu, pemerintah juga harus melakukan sosialisasi ke masyarakat, rumah sakit mana yang hanya fokus menangani pasien umum.

Sehingga kata Fauzan, ketika ada masyarakat yang sakit bukan karena virus corona dia tinggal mendatangi rumah sakit tersebut dan terhindar dari penolakan. Dan masyarakat juga tidak diopor sana opor sini.

“Jadi masyarakat tidak lagi mondar-mandir dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain yang ujung-unjungnya ditolak,” ketusnya

Fauzan menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima aspirasi dari masyarakat, yang meminta agar pemerintah menjelaskan mana rumah sakit yang menjadi rujukan covid-19 dan rumah sakit untuk pasien umum.

“Tapi ini yang menurut saya belum tersampaikan atau tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat,” tutupnya.

Artikel Terkait

RS Tolak Pasien, Ini Penjelasakan Pemprov Papua

Bams

Kasus Penolakan Lima Rumkit Terhadap Alm. Hanafi Retob, Dianggap Sebagai Pelanggaran HAM

Tiara

JBR : Papua Tidak Boleh Menuju New Normal, Jika Rumah Sakit Masih Tolak Pasien

Tiara

Wagub: RS Wajib Layani Orang Sakit

Bams

Yunus Wonda, Sentil Lima Rumah Sakit Yang Dianggap Tidak Punya Hati Tangani Pasien

Tiara

Komisi V Menilai Ada Kelalaian Dalam Penanganan Alh. Hanafi Retob

Tiara

Komisi V DPR Papua Minta, Puskesmas Harus Dioptimalkan Kembali

Tiara

Keluarga Korban Hanafi Rettob Datangi Komisi V DPR Papua Minta Dukungan

Tiara

Pemerintah Harus Bantu Anak OAP Yang Ingin Lanjutkan Kuliah

Tiara