Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Komisi IV DPRP Temukan Hampir Semua Pembangunan Sarana Penunjang Venue PON Belum Tuntas Dikerjakan Oleh Dinas PUPR

Anggota Komisi IV DPR Papua, Arnold Walilo saat di wawancara. (foto Tiara)

Jayapura – Selama tiga hari, Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR Papua melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka pengawasan pembangunan infrastruktur terutama pada sarana penunjang sejumlah venue PON yang ada di Kabupaten dan Kota Jayapura, namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Bahkan, salah satu Anggota Komisi IV DPR Papua, Arnold Walilo mengaku pesimis jika pembangunan sarana penunjang terutama penataan kawasan yang meliputi pagar, draenase, area parkir dan taman bisa selesai dengan tepat waktu.

Arnold Walilo juga mengungkapkan, jika dari hasil kunjungan Komisi IV DPR Papua, menemukan hampir semua rata-rata pembangunan sarana penunjang belum tuntas secara baik, terutama pekerjaan Dinas PUPR.

Untuk itu, pihaknya berharap di sisa waktu tinggal 2 bulan efektif ini, pembangunan sarana penunjang venue PON ini, sudah harus diselesaikan.

“Kami merasa sisa waktu 76 hari pelaksanaan PON itu, kami tidak merasa yakin akan bisa selesai,” kata Arnold Walilo kepada Wartawan usai mendampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim bersama anggota Komisi IV DPR Papua, Herman Yogobi, Alfred F Anouw, Timotius Wakuer dan Apeniel Sani di Venue Baseball Softball dan Voli Indoor dan Voli Pasir di Kota Jayapura pada Jumat (15/07).

Untuk itu, legislator Papua ini dengan tegas meminta kerjasama dan kekompakan para Dinas terkait dengan mitra kerjanya, sehingga dalam waktu yang singkat ini, mereka bisa menyelesaikan pembangunan sarana penunjang pada sejumlah venue PON itu.

Selain itu, Arnold Walilo pun mengingatkan agar pembangunan sarana penunjang venue PON itu, harus tetap memperhitungkan kualitasnya.

“Jangan sekedar asal bapak senang atau kejar target, itu tidak boleh. Meski tinggal 76 hari, jangan kerja asal-asalan dengan tujuan hanya kejar target. Itu tidak boleh,” tegas Arnold Walilo.

Pasalnya tandas Arnold Walilo, dalam membangun asset itu, dengan uang yang begitu besar. Ini uang rakyat yang digunakan untuk membangun. Kalau bisa kualitas juga diperhitungkan.

“Jadi ketika tamu datang, kita betul-betul sudah siap. Jangan kita jadi tuan rumah, baru nanti kita malu sendiri karena pembangunan sarana penunjang itu terlambat atau belum ada yang rampung. Karena kita jadi tuan rumah, sehingga harus menjaga nama baik Papua dan jaga nama baik bapak Gubernur Lukas Enembe,” tandas Arnold Walilo.

“Kalau bisa kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk melayani para atlet yang datang bertanding. Makanya harus betul-betul siap,” timpalnya.
(TIARA).