Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Komisi II Akui Tenaga Penyuluh Pertanian Masih Kurang

Jayapura, – Kurangnya Tenaga penyuluh tenaga pertanian di Papua mendapat sorotan dari Ketua Komisi II DPR Papua bidang Perekonomian,  Herlin Beatrix M.  Monim,  SE.

Bahkan Politisi Partai NasDem ini mengakui jika tenaga penyuluh pertanian di Papua masih sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan lainnya.  

Sehingga kata Herlin Beatrix Monim, hal ini bisa berdampak terhadap program pengembangan perekonomian rakyat di Papua.

“Kurangnya tenaga penyuluh pertanian ini menjadi kendala bagi SKPD bidang ekonomi. Tenaga penyuluh kita saat ini baru ada 1.700 orang,” kara Beatrix Monim kepada Pasific Pos di Jayapura,  baru-baru ini.

Lanjut dikatakan,  dari 1.700 tenaga penyuluh itu, 700 orang diantaranya sudah PNS. Harusnya kebutuhan tenaga penyuluh ini 3.000 lebih di Papua.

Di samping itu, kata Monim sapaan akrabnya,  kurangnya tenaga penyuluh ini membuat satu penyuluh digunakan untuk penyuluh dinas perkebunan, dinas tanaman pangan dan hortikultura dan lainnya.

Namun,  ia mengakui,  jika Komisi II DPR Papua agak kesulitan jika pihaknya meminta ditambah tenaga penyuluh di tahun anggaran ini, karena mengingat jumlah penyuluh di provinsi ini bertambah dengan pengalihan dari kabupaten/kota ke provinsi. Sehingga penambahan penyuluh ini pasti akan membebani APBD provinsi.

Untuk itu, Komisi II DPR Papua meminta solusi dari SKPD terkait baik Dinas Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura maupun Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua untuk mencari solusinya.

“Kami minta apa yang dipikirkan SKPD terkait  menyampaikan upaya mereka tetap menghadirkan penyuluh dengan mengintensifkan tenaga petani atau petani binaan di daerah,” ujarnya.

Untuk itu kata Monim,  kebutuhan tenaga pendamping ini, mereka mencoba mengambil contoh replikasi tenaga pendamping dari Jakarta  ini guna meningkatkan sistem pendampingan bagi petani yang lain.

Terkait soal tenaga penyuluh selama ini di Provinsi Papua ini menurut informasi dari data dan juga yang temuan Komisi II DPRP, diketahui jika tenaga penyuluh ini sangat penting bagi pengenbangan perekonomian di Papua.

Apalagi, kata Beatrix Monim,  dilihat dari pola hidup di Papua jika kltidak menggunakan pendamping, maka usaha itu tidak  akan berkembang

“Jadi kalau hari ini mendapat bantuan, tapi kalau besok atau tahun depan tidak didampingi, maka itu membuat mereka tidak bisa bertahan,” pungkasnya. (TIARA)