Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Komisi I DPR Papua, Cari Solusi Sengekata Lahan RS milik Pemkot Jayapura

 

Jayapura, – Guna mencari solusi, terkait dengan masalah sengketa tanah seluas tiga hektar, Komisi I DPR Papua melakukan hearing dialog bersama Pemerintah Kota Jayapura, Kanwil BPN Provinsi Papua, Kantor Pertanahan Kota Jayapura, dalam rangka penanganan sengketa tanah SHM 30 subyek hak (kelompok “30”) di Koya Barat, Distrik Muara Tami.

Pasalnya, tanah seluas tiga hektar di Koya Barat, Distrik Muara Tami, kini dibangun RS tipe C milik Pemerintah Kota Jayapura.

Kepada Wartawan, Wakil Ketua Komisi I DPRP, Tan Wie Long mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pengabdian kelompok 30 yang tanahnya digunakan sebagai lahan pembangunan RS, padahal mereka memiliki sertifikat.

“Kami duduk bersama membicarakan solusinya. Kami memediasi keinginan kelompok 30 ini. Kini sertifkat kelompok 30 tidak diakui BPN, karena katanya dokumen BPN itu hilang,” kata Tan Wie Long kepada Wartawan di Hotel Horison Jayapura, Kamis (22/2/18).

Namun kata Politisi Partai Golkar ini, Komisi I berharap ada keterbukaan dari Pemkot untuk menyampaikan persoalan kepemilikan tanah itu, karena ada tumpang tindih sertifikat tanah.

“Kami harap BPN memberikan bukti pendukung tidak hanya kepada masyarakat yang dirugikan tapi juga untuk pemkot supaya diketahui lokasi itu siapa punya.

BPN harus transparan. Kalau tidak ada titik temu antara pemilik dan Pemkot, nanti ranahnya masuk pengadilan,” ujar Tan panggilan akrabnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala BPN Papua, Arius Yambe menjelaskan, secara prosedural Kementerian Agraria Nomor 11 tahun 2016, pihaknya sudah melakukan itu.

“Artinya pengaduan ini harus ditindaklanjuti. Minimal kami memposisikan kasusnya, dimana masalahnya akan benar ada overlapping atau tidak,” jelas Yambe.

Namun kata Yance, pihaknya sedang mencari dokumennya. Hanya saja, ia menyarankan langkah terbaik adalah menggugat ke pengadilan.

“Kalau memang terjadi overlapping, berarti pengadilan yang harus memutuskan mana benar mana salah,” pungkasnya. (TIARA)