Pasific Pos.com
Papua Barat

Komisi D : Pihak Sekolah Harus Jujur

“Terkait Penerimaan Siswa Baru”

 

Manokwari, TP – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Manokwari menuai masalah lantaran pihak sekolah diduga menerima siswa baru di luar zona. Padahal, siswa di dalam zonanya masih tersedia.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPR Papua Barat, Yonadap Trogea mengatakan, pihak sekolah harus jujur. Harusnya, kata dia, pihak sekolah memprioritaskan siswa yang masuk dalam zonasinya. Setelah tidak ada lagi siswa dari zonasi itu dan masih ada kelebihan kuota, barulah menerima siswa dari luar zonasi dengan mengutamakan siswa yang paling dekat dengan zonasi.

“Jadi ini perlu kejujuran pihak sekolah dari kepala sekolah, guru-guru, dan panitia penerimaan. Itu saja, bagaimana menerima siswa baru. Kalau misalnya karena alasan ruangan kelas terbatas dan batasi, tapi kalau terima siswa di luar zonasi sedangkan yang dari zonasi tidak diterima, ada apa? Perlu dicari tahu ke kepala sekolah, ke guru-guru, kenapa terima siswa dari luar zonasi?”  tegasnya.

Dia menyatakan, wajar masyarakat ribut karena anak-anak mereka masuk dalam zonasi namun tidak diterima oleh pihak sekolah. Justru siswa dari luar zonasi yang diterima.

“Kalau model seperti ini harus ditelusuri ke guru, kepala sekolah, dan panitia penerimaan siswa baru. Ada pesanan apa? Apa karena anak kepala dinas, anak anggota DPR, anak bupati atau gubernur, sehingga diterima di situ,” sebutnya.

Anak gubernur atau bupati sekalipun, meurut dia, jika masuk dalam zonasi sekolah yang bergubuk, maka harusnya bersekolah di sekolah itu. bukan lantaran anak pejabat lalu dimasukkan ke sekolah unggulan.

“Jangan karena anak bupati atau gubernur, atau anak anggota DPR, sehingga masukkan ke sekolah unggulan. Dia ke situ mau selamatkan apa di situ?” tandasnya. (CR44)