Pasific Pos.com
Papua Selatan

Kolaborasi Tulis Buku, Tiga Anak Muda Merauke Gugah Kepedulian Bagi Palestina

0607212
Buku yang ditulis oleh Febriyanti dan dua rekannya (foto:ist)

MERAUKE,ARAFURA,-Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu saudara-saudara lain yang membutuhkan sentuhan, apapun itu bentuknya. Baik masyarakat yang ada di dalam negeri maupun luar negeri, selama membutuhkan bantuan dan perhatian maka sudah selayaknya dibantu. Termasuk bantuan yang diberikan kepada warga Palestina yang tengah ditimpa konflik saat ini dan telah mengakibatkan banyak korban berjatuhan, terutama dari kaum wanita dan anak-anak.

Tiga sosok pemuda dari Kota Rusa, yakni Febriyanti Lestari seorang mahasiswi FKIP UNMUS, Gunawansa, S.Kom yang merupakan staf Kantor Kemenag Merauke dan Alif Friendy Kurniawan, A.md selaku pengajar di SMAIT Ibnu Khaldun tergerak untuk menuangkan tulisan dalam sebuah buku tentang Palestina yang hasil penjualannya akan didonasikan untuk membantu warga di negara tersebut. Buku tersebut berjudul ‘Palestina Dalam Doa dan Cinta’ kini resmi beredar luas dan dapat diperoleh dengan harga yang cukup terjangkau, hanya 65.000.00. Namun harga tersebut belum termasuk ongkos kirim dan bagi yang berminat dapat menghubungi nomor telepon: 0895-3762-41973 atas nama Dina.

“Banyak jalan menuju Roma. Semampu apapun yang bisa kita lakukan untuk Palestina maka lakukanlah karena kepedulian bukan soal persamaan agama saja. Jadi jangan sesempit itu dalam berpikir dan harus lebih mengutamakan nilai kemanusiaan,”jelas Febriyanti kepada ARAFURA News. Menurut mahasiswi yang juga mengajar di SMPIT Ibnu Sina ini, buku tersebut diterbitkan untuk skala nasional dan tiga penulis dari Merauke yang ikut menyumbangkan tulisan di dalamnya adalah Febriyanti dan dua rekannya.

Dalam hal ini ketiga penulis dari Merauke tersebut berupaya untuk menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan guna menggugah banyak orang agar lebih peduli dan mau tergerak membantu. “Memang kita juga harus peduli dengan negara kita sendiri namun jika ada kezaliman di depan mata kita maka kita juga harus bisa menghentikannya,”terang gadis berhijab ini.**