Pasific Pos.com
Lintas Daerah

KNPI Tolikara Sosialisasi Covid-19 Dengan Bahasa Lani

KNPI Tolikara Sosialisasi Covid-19 Dengan Bahasa Lani
KNPI Tolikara Sosialisasi Covid-19 Dengan Bahasa Lani

Karubaga – Guna mencegah merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 yang telah merambah dan telah merengkut nyawa manusia seluruh dunia termasuk Indonesia, Lembaga Pemerintahan maupun lembaga kemanusiaan juga gencar melakukan berbagai upaya pencegahan melalui berbagai cara.

Upaya pencegahan dilakukan di Tolikara oleh Palang Merah Indonesia dengan penyemprotan cairan Disinfektan di kota Karubaga beberapa waktu lalu.

Kini, Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI Kabupaten Tolikara tampil dengan melakukan sosialisasi dengan berbagai cara diantaranya memasang spanduk atau baliho di sejumlah titik di Kota Karubaga, Senin, (06/04/2020).

Pemasangan spanduk yang sama akan dipasang di beberapa wilayah yaitu di wilayah Bokondini, wilayah Kanggime dan Kembu. Pemasangan baliho di pusatkan di beberapa wilayah itu karena mudah diakses oleh warga Tolikara.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI Tolikara Terry Wakur mengatakan, wabah virus corona merupakan suatu wabah yang telah merengut nyawa ribuan orang di dunia termasuk Indonesia.
Walau sejumlah akses transportasi darat maupun udara telah dibatasi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, Pemuda Tolikara bersatu dibawah lembaga kepemudaan KNPI Tolikara mensosialisasikan upaya pencegahan dalam Pemasangan baliho, stiker atau brosur dalam dua bahasa Indonesia dan bahasa daerah suku Lani.

“dalam sosialisasi melalui baliho, stiker atau brosur menggunakan bahasa indonesia dan bahasa lani karena keluarga kita di kampung-kampung bisa mengerti cepat dan jelas,” ujarnya
Menurutnya, wabah virus corona merupakan virus baru sehingga masyarakat Tolikara belum mengenal. Apalagi akses informasi melalui berbagai media online maupun media cetak bahkan media elektronik sulit diakses, sehingga informasi tentang wabah virus corona belum paham dengan baik.

Karena itu, sosialisasi melalui pemasangan baliho, dan menyebarkan atau membagikan brosur atau stiker patut dilakukan. Selain itu masyarakat yang berada di kampung – kampung di seluruh pelosok Tolikara tidak boleh keluar datang ke kota, tetapi menetap di kampung berkebun di ladangnya masing-masing sambil menunggu pulihnya wabah virus corona ini.

“KNPI Tolikara memiliki potensi luar biasa, potensi itu adalah Pemuda. Kami Pemuda Tolikara telah menyatuhkan pendapat, pandangan untuk bersatu mencegah wabah Virus Corona tidak boleh masuk di wilayah Tolikara. Kami bersama anggota TNI/Polri siap membatasi keluar masuk orang melalui jalur darat, di pintu masuk jalan Wamena menuju Tolikara di pos Minagi kami pemuda Tolikara siap pasang badan,” bebernya.

Dikatakannya, kami juga mengajarkan masyarakat Tolikara menyampaikan salam tidak harus berjabat tagan tetapi dengan cara meluruskan tagan kanan perlahan sambil mumbuka telapak tagan dan melipat tagan sambil menutup telapak tagan dengan mengucapkan salam dalam posisi berjarak lebih dari 1 meter.

“Orang Tua atau moyang kita dulu sudah punya kebiasaan itu, namun dengan perkembagan kemajuan era modern ini budaya ini perlahan jarang digunakan, sekarang kita himbau untuk menerapkan kembali,” imbaunya

Artikel Terkait

Jurnalis Papua Jadi Agen Perubahan Cegah Covid-19

Bams

Hotel Sahid Jadi Rumah Sakit Rujukan

Bams

Motivasi Warga Hidup sehat, Pemprov Papua Siapkan Hadiah

Bams

Pemprov Papua Izinkan Sekolah Dibuka

Bams

Ini Kedua Kalinya Perpani Papua Berikan Bantuan Kepada Pasien Terdampak Covid-19

Tiara

Kehabisan Anggaran Walikota Jayapura Hentikan Rapid Test Massal

Fani

Di Usia 47 Tahun, KNPI Jadi Wadah Pengembangan Kreativitas Pemuda

Jems

Puncak HUT KNPI Kabupaten Jayapura Bakal Digelar di Cafe and Resto Dabu-dabu Iris

Jems

1.253 Pasien Corona di Papua Sembuh

Bams