Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Klemen Tinal Bantu 200 Juta Untuk 5 Keuskupan di Tanah Papua

Jayapura, – Sebagai rasa bangga dan terima kasih kepada gereja Katolik yang telah berperan dalam pembangunan di Papua, Klemen Tinal memberikan bantuan sebanyak 200 juta bagi lima keuskupan yang ada di tanah Papua.

Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh Klemen Tinal saat membuka Seminar Nasional dan Rapat Koordinasi Keuskupan di Auditorium Uncen Jumat (16/2/18) malam.

Klemen Tinal dalam sambutannya mengatakan, bahwa selama ini kita tidak pernah melihat apa yang menjadi akar kesuksesan.

“kita selalu bilang buah mangga enak, buah itu bagus, bunga itu indah, semua yang tampak yang kelihatanlah yang kita puji. Tapi kita tidak pernah memuji akar dari pohon pohon itu, dari tanaman itu yang membuatnya berdiri kokoh,” ujar Klemen Tinal.

Lanjutnya, akar dalam kehidupan manusia adalah agama. “Dengan akar agama yang kokoh maka saya dan anda bisa jadi seperti sekarang ini. Saya bangga dengan kegiatan rapat kerja (rakor) seperti ini, sebab ini adalah momentum bagi gereja untuk membicarakan kebutuhan umatnya,” ujar Klemen Tinal.

Klemen Tinal juga menjelaskan bahwa dirinya merasa ada campur tangan Tuhan untuk kegiatan rakor ini. “pejabat gubernur yang ikut pilkada sudah cuti dan pengganti sudah dilantik tapi khusus Papua diundur. Ini adalah maksud Tuhan, agar saya datang dan hadir disini untuk mengingatkan saya dan semua yang hadir bahwa gereja adalah akar bagi kehidupan,” ujarnya.

Dijelaskannya pula, dalam kehidupan politik di Indonesia khususnya Papua saat ini orientasi masyarakat telah berubah. Ada turbelensi dalam politik saat ini.

Oleh sebab itu Papua harus tampil sebagai contoh bagi Indonesia. “Masyarakat Papua tidak boleh rendah diri. Kita walau kecil namun kita harus menjadi garam dan lilin yang menjadi terang. Dari Timur kita membawa garam dan terang ke Indonesia,” ujarnya.

Pada akhir sambutannya Klemen Tinal berpesan bahwa yang benar itu belum tentu baik tapi yang baik itu tentu benar.
Pembukaan rapat kerja kerasulan awam se tanah Papua ini ditandai dengan pemukulan tifa oleh Klemen Tinal dan diakhiri dengan foto bersama.