Pasific Pos.com
Papua Tengah

Klasis III dan Mupel Kategorial III Rapi Tersusun, Diikat Jadi Satu

NABIRE – Pelaksanaan pembukaan Sidang Klasis III dan Mupel wadah kategorial III di Gereja Protestan Indonesia di Tanah Papua (GPI) Nabire Jayapura, rapi tersusun diikat menjadi satu.

Pendeta Jhon Leleuly, SM,TH,SH selaku Ketua GPI Papua Jayapura Nabire dalam sambutannya mengatakan, sidang klasis yang sekarang adalah sidang klasis yang ke III mulai bersidang kemarin dari tahun 2013 dan sekarang 2018. Lima tahun sekali sidang klasis dan keputusan sidang klasis yang kedua itu memutuskan pelaksanaan sidang klasis yang III itu ada di Nabire, bertempat di Jemaat Efrata di Nabire yang berlangsung akan berlangsung kemarin, Minggu (18/2) dan sampai hari ini tanggal (22/2) Februari 2018.

Jadi sebagaimana yang tadi disampaikan dalam laporan ketua panitia pelaksanaan sidang klasis yang III, mengevaluasi program-program anggaran program kerja klasis tahun 2013 sampai 2018 dan juga penyusunan anggaran untuk tahun 2018 hingga 2022.

Dalam pelaksanaan sidang klasis yang III ini, ada nanti dalam pemilihan badan pekerja klasis mulai dari ketua, wakil, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris dan juga pemilihan anggota BPPG (Badan Pengawas Perbendaharaan Gereja).

Sedangkan lingkup klasis di Papua ada di Jayapura dan Nabire baru mempunyai satu jemaat klasis, jadi jemaat yang ada di Nabire disini, yaitu jemaat Efrata. Pertama-tama memang dalam menyongsong pelaksanaan sidang klasis ini kita semua bertekad untuk pelaksanaan sidang klasis di Nabire dapat berjalan dengan baik dan juga membawa kebersamaan dengan semua dimensi gereja yang ada.

GPI yang terbagi empat jemaat, yakni pertama Jemaat Gpipa Elim Jayapura – Abepura, yang kedua Jemaat Bukit Zaitun Jayapura Dok 8, ketiga Gpipa Papua Anugerah di Entrop Jayapura dan keempat adalah Jemaat Gpipa Efrata Nabire. Dan rencana ditambah dengan satu bakal jemaat, yaitu bakal jemaat Gpipa Papua Eleser Sentani.

Dalam program-program baik dari lingkup di Papua sampai dengan jemaat dan juga klasis jemaat ini kita bisa menyatu untuk bersama-sama mendukung program pemerintah. Apa yang sudah disampaikan oleh sambutan bupati bahwa GPI adalah mempunyai peran dan wadah mendorong pemerintahan yang ada di Nabire.

Wadah ketegorial III rapi tersusun dan terikat, mulai dari anak-anak remaja, yang kedua adalah wadah persekutuaan pemuda gereja, ketiga adalah wadah persekutuan wanita gereja, keempat adalah persekutuan pria gereja dan yang kelima adalah persekutuan lanjut usia atau lansia. Jadi kita di klasis di Papua Nabire, sudah ada wadah-wadah dan terbentuk sesuai jalan dan tanggung jawab mereka masing-masing dalam kegiatan wadah-wadah kategorial.

Harapan kedepan, sebagaimana khotbah yang sudah disampaikan para semua pendeta dan yang mewakili BupatiNabire, bahwa kita tidak lagi ada sekat-sekat atau pemisah, berarti semua menjadi satu untuk mewujudkan kasih dan kemuliaan dari pada kristus itu sendiri sebagai kepala gereja. Dengan Khotbah 18 – 22 Februari 2018 ini semua kegiatan berlangsung dengan baik dan bisa selesai tepat pada waktunya. (ris)