Pasific Pos.com
Headline Olahraga

Klarifikasi Panpel dan TD Cabor Sepatu Roda PON XX Papua Soal Nasi Kotak Basi

Ketua Panpel Cabor Sepatu Roda (kanan) dan TD Cabor Sepatu Roda (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait nasi kotak basi di tes event sepatu roda, Sabtu malam. Foto Istimewa

Jayapura – Ketua Panitia Pelaksana Cabor Sepatu Roda PON XX Papua, Yonas Randan Buak memberikan klarifikasinya soal beredarnya nasi kotak basi pada tes event cabang sepatu roda di venue Klemen Tinal Roller Sport, Buper Waena, Kota Jayapura, Papua.

Yonas membenarkan hal itu. Namun, dia mengaku bahwa kejadian itu menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi, terlebih ketika cabor sepatu roda dipertandingkan pada 27 September mendatang.

“250 nasi kotak untuk konsumsi memang sudah basi sebelum dikonsumsi, tetapi ini menjadi koreksi kami untuk lebih lebih memperhatikan hal itu,” kata Yonas, Sabtu (18/9/2021) malam.

Pada kesempatan tersebut, Yonas membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya mengeluarkan pernyataan tentang “jika Sub PB PON tidak mampu menyediakan konsumsi yang layak, sebaiknya diserahkan ke cabang olahraga”.

“Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. Saya klarifikasi disini untuk menjaga nama baik saya dan juga nama baik panpel,” kata Yonas.

Sementara itu, Technical Delegate Cabor Sepatu Roda, Jefri Abel mengatakan, tes event wajib dilakukan sebelum pertandingan dimulai. Dalam pelaksanaannya, secara technical semua berjalan dengan baik.

“Kami sangat memahami dan mentolerir apabila terjadi kekurangan. Ada hal yang stagnan, namun ada juga kekurangan yang terjadi dalam perjalanan sebuah tes event. Bahkan konsumsi pun, kami sangat memahami situasinya. Kami tidak melakukan penekanan yang lebih, karena kami sadari bahwa tes event, semua harus diuji coba,” kata Jefri.

Jefri menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada konsumsi, tetapi kekurangan di banyak lini juga menjadi perhatian.

“Apabila ada kejadian yang bersifat minor, saya sangat mentolerir, namun perlu dikawal agar pada hari pelaksanaan pertandingan cabor sepatu roda, hal itu tidak terjadi lagi,” ucapnya. (Zul)