Pasific Pos.com
Papua Tengah

Ketua Panwas Intan Jaya : Pilgub di Intan Jaya Aman dan Lancar

NABIRE – Ketua Panwas Kabupaten Intan Jaya, Yunus Abugau, S.Hut, menyampaikan komentarnya terkait adanya informasi jika Tim Pemenangan Papua Bangkit Jilid II akan melaporkan Panwas Intan Jaya ke DKPP, seperti diberitakan Papuapos Nabire edisi tanggal 10 Juli 2018. Kata Yunus Abugau, informasi akan dilaporkannya Panwas Intan Jaya ke DKPP dengan alasan Panwas tidak netral dalam penyelenggaraan Pilgub di Intan Jaya oleh Tim Pemenangan Papua Bangkit Jilid II, Natalis Tabuni yang juga menjabat Bupati Intan Jaya dan Maria Duwitauw, anggota DPR Provinsi Papua, ini hal yang tidak benar.

Dikatakan Yunus Abugau, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Tahun 2018 di Kabupaten Intan Jaya pada tanggal 27 di 186 TPS sudah berjalan aman dan lancar. Walaupun pada beberapa daerah/kampung yang tidak berjalan normal, itu hal biasa. Karena sebagai manusia pasti ada kekurangan dan kelemahan.

“Sebelumnya kami Panwaslu memikirkan daerah Intan Jaya akan seperti apa pada Pilgub Tahun 2018. Karena Intan Jaya adalah daerah konflik dan baru saja sementara dalam pemulihan lantaran Pilkada Bupati Tahun 2017,” tuturnya dalam siaran persnya yang dikirim ke redaksi, Senin (16/7) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, Panwaslu Kabupaten Intan Jaya setelah dilantik oleh Bawaslu Provinsi Papua. Setelah itu, pihaknya berusaha melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk melakukan beberapa kegiatan sosialisai di Intan Jaya. Terutama dalam partisipasi masyarakat untuk kerja sama mendukung pengawasan demi tercipnya keadilan dan keamanan.

“Karena kami Panwas kawatirkan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena sebelumnya konflik pada Pilkada Bupati Tahun 2017 yang lalu,” katanya.

Dikatakan Yunus Abugau, Panwaslu Kabupaten telah melakukan pengawasan di seluruh tahapan dengan berdasarkan peraturan perundang-perundang yang berlaku. Namun jika pihak yang merasa dirugikan dan melaporkan Panwas ke DKPP, itu soal biasa.

“Kami pun siapkan data bukti-bukti, ada penjabat daerah juga intervensi dalam pemilihan ini. Kami juga pasti tahu kepala daerah Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni yang sekarang disebut sebagai Tim Pemenangan Papua Bangkit jilid II tidak setuju dengan kinerja kerja Panwas. Tetapi seluruh warga masyarakat Intan Jaya sangat akui kinerja kerjanya Panwas selama ini,” kata Yunus Abugau.

Buktinya, kata Yunus, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua berjalan aman, lancar dan tidak ada permasalahan yang terjadi di tingkat kampung sampai dengan pleno KPU Kabupaten.

“Selama kami dilantik sampai selesainya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tanggal 27 Juni 2018, kami belum pernah ketemu pimpinan daerah untuk koordinasi terkait dengan Pilgub. Ini mungking yang menyebabkan pimpinan daerah tidak setuju dengan kinerja kerja Panwas. Soal ini saya bersyukur karena saya sudah kerja selama dua tahapan yaitu Pilkada Bupati tahun 2017 dan Pilgub tahun 2018,” katanya.

Jika benar Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni dan anggota DPR Provinsi Papua, Maria Duwitau melaporkan Panwas ke DKPP, menurut dia, ini hal yang tidak wajar. Karena masalah yang besar di Intan Jaya belum selesai satupun secara tundas seperti perdamaian konflik Pilkada Bupati tahun 2017, perbaikan gedung-gedung perkantoran yang seluruhnya hancur total, pengisian SKPD. Apalagi bicara soal kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ini semuanya belum tuntas secara total.

Dirinya berharap jangan mencari masalah lagi, cukup kepala daerah berpikir masalah–masalah yang ada dan tidak menambah masalah lagi. Karena pada hasil akhir baik buruknya ketenangan dalam pembangunan kedepan pasti kepala daerah Intan Jaya tidak aman dan pemerintahanpun tidak berjalan normal. Oleh karena itu sebagai pimpinan daerah harus berpikir kedepan membangun Intan Jaya untuk menuju Intan Jaya Pintar, Intan Jaya Sehat dan Intan Jaya Sejahtera. (ros/ist)