Pasific Pos.com
Papua Barat

Ketua Dewan Pers: Media Harus Perangi Berita Hoax

Padang TP – Perkembangan berita bohong (hoax) ditengah era global saat ini sangat membawa pengaruh terhadap kerja media masa baik media cetak maupun elektronik.

Ketua Dewan Pers Stenley J. Prasetyo. mengatakan, berita hoax yang belakangan muncul sudah mencapai taraf yang mengkhawatirkan, karena bercampur dengan ujaran kebencian, prasangka SARA, paham radikalisme dan ajakan untuk melakukan aksi kekerasan yang dapat memecah belah persatuan.

“Tentu saja kita tidak bisa mendatangi satu persatu berita hoaks yang diperbuat itu, ” kata Stenley saat menghadiri konvensi media 2018 dalam rangka peringatan HPN 2018 di Padang, Sumetera Barat, Kamis (8/2).

Namun, kata Stenley masih ada cara untuk melawan berita hoax dan membagun kepercayaan masyarakat terhadap berita-berita yang dimunculkan dari situs atau perusahaan media yang resmi.

Ia menerangkan, langkah untuk memerangi berita hoax adalah dengan mendaftarkan perusahaan media untuk diakreditasi oleh Dewan Pers. Dengan adanya akreditasi, maka masyarakat bisa menilai berita-berita yang dipublikasi.

Selain akreditasi, kata dia, perang melawan hoax juga bisa dilakukan wartawan dengan cara bekerja secara profesional, moral, dan etika profesi. “Berita faktual harus kita kembalikan ke media sebagai arus utama yang mengeluarkan berita dan nilai luhur harus dikembalikan ke wartawan yang berkompeten. Semua itu tentunya melalui terakreditasi perusahaan media di dewan pers,” tukasnya.

Stenley mengungkapkan, momentum Pileg 2019 bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyampaikan berita hoax. Untuk itu, Stenley mengimbau agar semua media massa secara bersama sama memerangi berita hoax dengan menyajikan berita faktual berdasarkan etika jurnalistik.

Pantauan Tabura Pos, yang turut hadir dalam Konvensi Media 2018 di Hotel Inna Muara Padang, kegiatan mengambil tema, Ikl bermedia yang sehat dan seimbang untuk mempertahankan eksistensi media masa nasional dalam lanskap komunikasi informasi global. Konvensi media 2018 turut dihadiri tamu negara seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan beberapa pejabat lainnya.[SDR-R3]