Pasific Pos.com
Papua Barat

Keterlibatan Oknum Anggota DPR PB pada Pengadaan Lahan Sirkuit Motor Prix Cuma ‘Kabar Burung’

Manokwari, TP – Isu keterlibatan oknum DPR Papua Barat dalam pengadaan lahan sirkuit motor prix di Jalur 13, Kampung Bowi Subur, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, ternyata hanya ‘kabar burung’.

Pasalnya, dalam setiap persidangan kasus dugaan korupsi yang melibatkan terdakwa, Sroyer Elisa (Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat) dan Zeth S. Ayal, saksi yang dihadirkan JPU Kejari Manokwari ke Pengadilan Tipikor, tak mengungkapkan keterlibatan oknum anggota DPR Papua Barat.

“Selama ini, saksi-saksi yang kita hadirkan dalam persidangan, tidak tahu dana pengadaan lahan sirkuit motor prix, kapan diturunkan dan datang dari mana. Aliran dana ini mereka tidak tahu, termasuk PPTK dan kepala-kepala bidang di Biro Pemerintahan,” kata Kasie Intelijen Kejari Manokwari, Abdi Reza F. Junus. SH, MH kepada Tabura Pos di Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari, Rabu (21/2).

Ia menerangkana, semua proses pencairan anggaran dilakukan sendiri Sroyer Elisa dan meminta bantuan terdakwa, Zeth Ayal mencari lahan dan membayar lahan tersebut, sehingga anggaran pengadaan lahan sirkuit motor prix saja tidak diketahui saksi-saksi, apalagi ke arah dana ini berasal dari mana, termasuk keterlibatan oknum DPR Papua Barat yang diisukan. Ditegaskannya, selama persidangan, saksi yang dihadirkan rata-rata tidak mengetahuinya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia Provinsi Papua Barat, Jefri Auparay mengatakan, ada dugaan keterlibatan oknum DPR Papua Barat untuk mendorong dana aspirasi tersebut.

“Kita tidak bisa tutup-tutupi di publik lagi siapa pihak ketiga yang diduga mendorong dana aspirasi tersebut. Bendahara Biro Pemerintahan sudah mengaku bahwa Rp. 200 juta diserahkan kepada yang bersangkutan di kantor partai,” kata Auparay kepada Tabura Pos di Pengadilan Negeri Manokwari, Selasa (20/2). [FSM-R1]