Pasific Pos.com
Headline

Ketahui Kebiasaan Cari Aman untuk Hindari Potensi Bahaya Berkendara

Ilustrasi. (Foto : Istimewa)

Jayapura – Seringkali bikers berada dalam potensi bahaya berkendara karena habit atau kebiasaan berulang yang dilakukan dengan tanpa sadar, contohnya bikers yang membelok atau merubah arah tanpa memberikan signal atau sein sebagai tanda belok. Tentu saja menyebabkan pengendara lain dibelakangnya menjadi salah antisipasi yang berpotensi berujung bahaya bahkan kecelakaan.

Hal lain yang kerap kali terjadi, kebiasaan berulang yang tidak terasa bila dilakukan, yaitu meletakkan satu atau dua jemari tangan kanan diatas tuas rem depan dengan tujuan bersiaga. Kebiasaan ini pada kondisi tertentu mengandung resiko yang cukup fatal.

Pada kondisi tertentu terutama panik saat ada kendaraan berhenti secara tiba – tiba didepan dan harus segera menghindar dengan menarik stang kanan, secara tidak sengaja karena posisi jemari diatas tuas rem maka tuas rem juga ikut ketarik sehingga seketika akan terjadi perubahan mendadak putaran roda depan, terjadi selip bahkan tergelincir saat permukaan aspal basah.

Kapan saat yang tepat untuk menggunakan rem depan atau rem belakang?

Saat kondisi berkendara membutuhkan reaksi untuk mengurangi laju kecepatan secara bertahap atau hanya membutuhkan menjaga kesimbangan, disarankan bikers menggunakan rem belakang.

Sedangkan penggunaan rem depan digunakan saat membutuhkan kecepatan kendaraan yang turun drastis dalam durasi yang pendek atau pengereman yang membutuhkan jarak lebih pendek.

Dan menggunakan rem depan tanpa ABS tidak boleh langsung serta merta menekan tuas dengan kekuatan penuh, namun harus bertahap. Dengan latihan dan teknik mengelola tuas rem depan yang benar, maka pengendara bisa mengoptimalkan rem depan agar menghasilkan jarak mengerem yang pendek.

Pengereman jarak pendek yang aman memiliki syarat yaitu harus memiliki ruang (lintasan lurus), harus memiliki grip ban (medan tidak licin) dan harus memiliki durasi (tidak mendadak).

Dulfi Ade Putra selaku Instruktur Safety Riding Astra Motor Papua memaparkan bahwa membuat Kebiasaan Cari Aman baiknya dimulai dari mengetahui teknik berkendara yang tepat, komitmen, latihan yang konsisten, dan lakukan terus menerus sehingga akan menjadi kebiasaan dalam diri.

“Ada kebiasaan salah yang yang sering dilakukan bikers dari mulai belajar berkendara sehingga sulit dihilangkan. Jangan menyerah, tetap berusaha dan pelajarilah kebiasaan Cari Aman ketika berkendara, karena berkendara yang benar akan mendukung keselamatan sebagai hal utama saat berkendara,” jelas Dulfi.